• October 22, 2026
  • Admin Official
  • 0

JAKARTA, 22 Oktober 2026 — Sebanyak 15 peserta dari CEMWU (FSP KEP SPSI) yang berasal dari sektor industri kaca (glass) dan keramik menghadiri pertemuan internasional serikat pekerja sektor material yang diselenggarakan oleh IndustriALL Global Union di Jakarta, Indonesia, pada 22–23 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut mempertemukan delegasi serikat pekerja dari Indonesia, Thailand, Filipina, Türkiye, dan Jepang untuk membahas berbagai tantangan industri semen, kaca, dan keramik, sekaligus memperkuat strategi pengorganisasian pekerja serta solidaritas internasional.

Dalam forum tersebut, Sulistiyono, Sekretaris Nasional CEMWU, tampil sebagai salah satu pemapar dengan menyampaikan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Indonesia serta strategi pengorganisasian serikat pekerja di sektor industri material.

Kehadiran 15 peserta CEMWU menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat kapasitas pengurus dan anggota, memperluas jaringan solidaritas internasional, serta meningkatkan peran serikat pekerja dalam menghadapi perubahan industri global.

Sulistiyono Paparkan Kondisi dan Tantangan Ketenagakerjaan di Indonesia

Dalam paparannya, Sulistiyono mengangkat kondisi ketenagakerjaan nasional dan berbagai tantangan yang dihadapi pekerja di Indonesia, khususnya pada sektor industri material.

Pembahasan tersebut menjadi penting mengingat industri semen, kaca, dan keramik menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan ekonomi global, persaingan industri, meningkatnya biaya produksi, serta perkembangan teknologi.

Kondisi tersebut menuntut serikat pekerja untuk terus memperkuat organisasi agar mampu mempertahankan hak-hak pekerja sekaligus menghadapi perubahan hubungan industrial.

Selain membahas tantangan ketenagakerjaan, Sulistiyono juga memaparkan strategi pengorganisasian serikat pekerja sektor material di Indonesia.

Pengorganisasian menjadi salah satu agenda strategis dalam membangun kekuatan kolektif pekerja, meningkatkan kesadaran berserikat, memperluas keanggotaan, serta memperkuat posisi tawar organisasi dalam hubungan industrial.

Paparan yang disampaikan Sekretaris Nasional CEMWU tersebut menjadi bagian dari pertukaran pengalaman dan strategi perjuangan antarserikat pekerja dari berbagai negara.

Melalui forum internasional ini, pengalaman gerakan serikat pekerja Indonesia dapat menjadi bahan pembelajaran bersama, sekaligus membuka ruang kerja sama dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan yang memiliki karakteristik serupa di berbagai negara.

IndustriALL: Serikat Pekerja Harus Mampu Memengaruhi Masa Depan Industri

Sekretaris Regional IndustriALL Global Union, Ramon Certeza, menegaskan pentingnya membangun organisasi serikat pekerja yang kuat agar mampu menghadapi berbagai perubahan industri.

Menurutnya, investasi dan pertumbuhan industri harus memberikan manfaat nyata bagi pekerja melalui terciptanya lapangan pekerjaan yang layak, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak ketenagakerjaan.

“Tujuan kita harus jelas, yaitu membangun serikat pekerja yang lebih kuat dan mampu memengaruhi masa depan industri semen, keramik, dan kaca,” ujar Ramon Certeza.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serikat pekerja harus memiliki peran dalam menentukan arah perkembangan industri, bukan sekadar menerima dampak dari kebijakan perusahaan maupun perubahan ekonomi global.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, dialog sosial dan perundingan kolektif menjadi instrumen penting untuk memastikan kepentingan pekerja tetap terlindungi.

Pertumbuhan Ekonomi Belum Tentu Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja

Dalam sesi pembahasan perkembangan industri global, Tom Grinter, Direktur Industri Material IndustriALL Global Union, menyoroti hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja.

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu memberikan manfaat langsung bagi pekerja, terutama ketika inflasi terus menekan daya beli masyarakat.

“Ketika inflasi tinggi tetapi produk domestik bruto tetap tumbuh, berarti ada pihak yang sedang menghasilkan uang,” ungkap Tom Grinter.

Pernyataan tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan industri perlu diikuti dengan distribusi manfaat yang lebih adil.

Peningkatan produktivitas perusahaan seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan upah, perlindungan sosial, keselamatan kerja, serta kepastian hubungan kerja.

Dalam konteks ini, keberadaan serikat pekerja menjadi penting untuk memastikan pekerja mendapatkan bagian yang adil dari pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri.

Industri Material Indonesia Hadapi Berbagai Tekanan

Dalam pertemuan tersebut, delegasi serikat pekerja Indonesia turut membahas berbagai tantangan yang dihadapi sektor industri material nasional.

Sejumlah persoalan menjadi perhatian, antara lain kelebihan kapasitas produksi (overcapacity), persaingan produk impor berharga murah, meningkatnya biaya energi, serta keterbatasan pasokan gas untuk kebutuhan industri.

Tekanan tersebut berpotensi berdampak terhadap keberlangsungan perusahaan dan kepastian pekerjaan.

Di sisi lain, transformasi industri menuju penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan juga menuntut adanya penyesuaian keterampilan dan kompetensi tenaga kerja.

Oleh karena itu, keterlibatan serikat pekerja dalam proses pengambilan kebijakan menjadi semakin penting.

Peningkatan daya saing industri harus tetap memperhatikan keberlanjutan pekerjaan, perlindungan hak-hak pekerja, serta peningkatan kesejahteraan.

Pengorganisasian Pekerja Outsourcing dan Kontrak Jadi Perhatian

Salah satu agenda utama pertemuan IndustriALL adalah memperkuat strategi pengorganisasian seluruh kelompok pekerja, termasuk pekerja tetap, kontrak, outsourcing, pekerja muda, dan pekerja kerah putih (white-collar workers).

Dalam diskusi, delegasi Indonesia menggambarkan kondisi sejumlah perusahaan yang memiliki jumlah pekerja outsourcing jauh lebih besar dibandingkan dengan pekerja tetap.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi serikat pekerja dalam memperluas keanggotaan dan membangun solidaritas di lingkungan perusahaan.

Perbedaan status hubungan kerja dapat menimbulkan kesenjangan perlindungan, baik dalam aspek pengupahan, jaminan sosial, maupun kepastian pekerjaan.

Karena itu, pengorganisasian pekerja perlu dilakukan secara inklusif agar seluruh kelompok pekerja memiliki kesempatan untuk memperjuangkan kepentingannya secara kolektif.

Bagi CEMWU, penguatan pengorganisasian di sektor material merupakan bagian penting dari upaya memperluas jangkauan organisasi dan meningkatkan kekuatan serikat pekerja di tingkat perusahaan.

Serikat pekerja yang kuat dibangun melalui kesadaran anggota, solidaritas, pendidikan organisasi, dan kemampuan mengorganisasi seluruh pekerja tanpa membedakan status hubungan kerja.

Serikat Pekerja Filipina dan Thailand Dorong Regenerasi Organisasi

Delegasi serikat pekerja dari Filipina dan Thailand membagikan pengalaman dalam mengembangkan strategi pengorganisasian pekerja muda.

Berbagai kegiatan dilakukan melalui pendidikan hak-hak pekerja, pelatihan kepemimpinan, dan perkemahan pemuda (youth camp).

Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya berserikat sekaligus mempersiapkan kader kepemimpinan organisasi.

Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa pekerja muda merupakan masa depan dunia kerja sekaligus masa depan serikat pekerja.

Regenerasi organisasi menjadi kebutuhan penting agar gerakan serikat pekerja tetap relevan dan mampu menghadapi perubahan karakteristik tenaga kerja.

Türkiye Bagikan Pengalaman Menghadapi Krisis Ekonomi

Sementara itu, serikat pekerja Kristal-İş dari Türkiye membagikan pengalaman menghadapi tekanan krisis ekonomi serta tantangan pengorganisasian pekerja kerah putih.

Perubahan struktur ketenagakerjaan menuntut organisasi serikat pekerja mengembangkan pendekatan yang lebih luas untuk menjangkau berbagai kelompok pekerja.

Pengorganisasian tidak hanya berfokus pada pekerja produksi, tetapi juga perlu menjangkau pekerja administrasi, teknis, profesional, serta kelompok pekerja lainnya.

Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya membangun strategi organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

Perundingan Kolektif dan K3 Menjadi Agenda Lanjutan

Selain pengorganisasian, pertemuan internasional ini juga mengagendakan pembahasan mengenai perundingan kolektif, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta perlindungan pekerja dalam menghadapi transformasi industri.

Para delegasi dijadwalkan melakukan kunjungan ke fasilitas industri Surya Toto di Tangerang pada 23 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai praktik industri dan hubungan industrial di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, IndustriALL Global Union mendorong penguatan kerja sama antarserikat pekerja untuk menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan secara kolektif.

Kehadiran 15 Peserta CEMWU Perkuat Solidaritas Internasional

Partisipasi 15 peserta CEMWU dari sektor industri kaca dan keramik dalam pertemuan internasional IndustriALL Global Union menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan memperkuat jaringan solidaritas pekerja lintas negara.

Kehadiran Sulistiyono sebagai Sekretaris Nasional CEMWU yang turut memberikan paparan mengenai kondisi ketenagakerjaan dan strategi pengorganisasian sektor material di Indonesia menunjukkan keterlibatan aktif organisasi dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman gerakan serikat pekerja internasional.

Di tengah perubahan industri global, serikat pekerja dituntut tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan hubungan industrial yang dihadapi saat ini, tetapi juga mempersiapkan strategi menghadapi tantangan masa depan.

Transformasi menuju industri rendah karbon, digitalisasi, serta perubahan rantai pasok global harus dilaksanakan dengan tetap menghormati hak-hak pekerja.

Prinsip Transisi yang Berkeadilan (Just Transition) menjadi penting agar perubahan industri tidak mengorbankan kepastian pekerjaan dan kesejahteraan pekerja.

Melalui forum internasional ini, CEMWU diharapkan dapat terus memperkuat pengorganisasian, meningkatkan kapasitas pengurus, serta membangun kerja sama internasional untuk memperjuangkan pekerjaan yang layak dan hubungan industrial yang berkeadilan.

Pesan utama pertemuan ini menegaskan bahwa masa depan industri harus dibangun melalui organisasi serikat pekerja yang kuat, solidaritas internasional, serta keterlibatan aktif pekerja dalam setiap proses perubahan.

Sebab, industri yang kuat harus berjalan seiring dengan serikat pekerja yang kuat, perlindungan hak pekerja, dan peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan.

Sumber: Informasi kegiatan IndustriALL Global Union dan CEMWU, Jakarta, 22 Oktober 2026.