Festival K3 Tahun 2019 Kampanyekan Keselamatan Lingkungan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja

MERIAH Acara Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. (ISTIMEWA)

MERIAH
Acara Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. (ISTIMEWA)

BEKASI — Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI bekerjasama dengan IndustriAll dan Council menggelar Festival Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Rangka Bulan K3 Nasional (periode 12 Januari hingga 12 Februari) di Areal Masjid Baitul Mustofa, Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu 2 Februari 2019.

Tema Festival K3 ini adalah “Tema Bulan Untuk Buruh”. Tujuan yang hendak disampaikan adalah mengkampanyekan tentang pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Acara ini dihadiri oleh sejumlah narasumber berkualitas, yakni Dokter Desire, Bung Firman Budiawan (PT. Lion Indonesia), Bung Hermansyah dari Pengurus Pleno PP FSP KEP SPSI; pembawa acara yakni Ira laila Budiman (Aktivis Industry All yang juga Ketua PC SPKEP SPSI Purwakarta). Acara ini juga dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Bung R. Abdullah dan Ketua IndustriALL Indonesia Council, Iwan Kusmawan; wakil dari Disnakertrans Bekasi; dan anggota dari berbagai Serikat Pekerja (SP) yang berafiliasi ke IndustriALL.

DUKUNGAN PP FSP KEP SPSI Ketua umum PP FSP KEP SPSI, R Abdullah (topi), saat menghadiri Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

DUKUNGAN PP FSP KEP SPSI
Ketua umum PP FSP KEP SPSI, R Abdullah (topi), saat menghadiri Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Tujuan K3 dan PAK

Tujuan K3 dab PAK adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja secara berkesinambungan dan jangka panjang. K3 cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu Praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) meliputi Penyakit Akibat kerja (PAK) untuk melakukan pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka.

Dalam acara tersebut juga dilakukan cek tensi dan gula darah gratis sebagai bentuk kepedulian IndutriALL terhadap pekerja. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.

STAND FESTIVAL K3 Ketua Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI Bung R Abdullah (lima dari kiri, bertopi), Bung Uki dari PT. Nippon Shokubai Indonesia (tengah) bersama para pekerja peserta Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja di salah satu stand yang turut meramaikan acara festival tersebut. (ISTIMEWA)

STAND FESTIVAL K3
Ketua Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI Bung R Abdullah (lima dari kiri, bertopi), Bung Uki dari PT. Nippon Shokubai Indonesia (tengah) bersama para pekerja peserta Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja di salah satu stand yang turut meramaikan acara festival tersebut. (ISTIMEWA)

Fokus K3

Bung Firman Budiawan dari PT. Lion Indonesia (lokal inisiatif /jaringan lokal K3), menyampaikan bahwa fokus pada K3 Pekerja yakni berangkat dari rumah sampai ke tempat kerja. Karena setiap 15 detik orang meninggal di dunia meninggal akibat kecelakaan kerja. “K3 bukan dilihat secara keseluruhan tapi harus dilihat secara detail, karena kurang 3% di Indonesia, Perusahaan yang melaksanakan K3 dari 30 ribu perusahaan dalam perjalanan satu tahun di tahun 2018 adalah tidak lebih dari 30 ribu orang meninggal akibat Kecelakaan Kerja dan akibat Penyakit Kerja,” katanya.

LAPORAN Bung Hermansyah (Pengurus Pleno PP FSP KEP SPSI) melaporkan perkembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sejumlah perusahaan. (ISTIMEWA)

LAPORAN
Bung Hermansyah (Pengurus Pleno PP FSP KEP SPSI) melaporkan perkembangan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sejumlah perusahaan. (ISTIMEWA)

Sementara, Dokter Desire mengakui pihaknya sendiri belum mempunyai tenaga ahli dalam bidang penyakit akibat kerja. Dia menyampaikan rencana membuat Rumah K3 dengan harapan semua buruh bisa mengadukan di posko tersebut, termasuk advokasi. “Sehingga nantinya bisa memperjuangkan penyakit akibat kerja (PAK),” kata Dokter Desire. Tujuannya, lanjut dia, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan untuk para pekerja.

ANTUSIAS Ratusan peserta Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) antusias mengikuti acara tersebut. (ISTIMEWA)

ANTUSIAS
Ratusan peserta Festival K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) antusias mengikuti acara tersebut. (ISTIMEWA)

Isu K3 sudah digaungkan sejak tahun 70-an atau jauh lebih lama dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia. Karena kampanye K3 di Malaysia, baru dilaksanakan pada tahun 1990. Meski demikian, perhatian pemerintah terhadap peraturan Penyakit Akibat Kerja (PAK) secara hitungan kompensasi dianggap masih sangat tidak manusia. Maka dari itu, seluruh Serikat Pekerja di Indonesia diminta memperjuangkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Slogan “Sehat, Kuat dan Selamat” melalui momentum Festival K3 ini.  ( Tim Media PP FSP KEP SPSI/Zaky)

( Sumber : MediaReaksi/SPKEPSPSI/Karawang. )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>