Workshop “Dialog Sosial Membangun Praktek Pertambangan yang Bertanggung Jawab bagi Semua Pihak” untuk Menjawab Tantangan Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0

 

DUMP TRUCK Kendaraan alat berat Dump Truck yang biasa dipergunakan di areal pertambangan. ( Sumber Foto: www.duurzaamnieuws.nl )

DUMP TRUCK
Kendaraan alat berat Backhoe dan Dump Truck yang biasa dipergunakan di areal pertambangan. ( Sumber Foto: www.duurzaamnieuws.nl )

JAKARTA (BERITA PUSAT) — Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP KEP SPSI) akan menyelenggarakan Workshop Tingkat Nasional pada Selasa-Kamis 12-14 Februari 2019 di Hotel Harris Seminyak, Bali. Acara workshop di atas memiliki tujuh tujuan agar diketahui para peserta serta publik secara menyeluruh.

Panitia Pelaksana, Sulistiyono, SH, menjelaskan tujuan Pertama acara workshop adalah mengetahui secara komprehensif mengenai kebijakan di sektor pertambangan yang diambil dan dikembangkan oleh Pemerintah, Pengusaha Tambang, Asosiasi Pengusaha Tambang dan PP FSP KEP SPSI dalam menghadapi tantangan Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0.

Kemudian, tujuan kedua yakni mengetahui secara komprehensif mengenai kebijakan perlindungan syarat-syarat kerja dan kesejahteraan secara komprehensif mengenai kebijakan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diambil dan dikembangkan oleh Pemerintah baik Kementerian ESDM maupun Kementerian Ketenagakerjaan. Tujuan ketiga adalah mengetahui beberapa indikator terkait praktik pengelolaan tambang yang lebih bertanggung jawab sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan dan kemanfaatan sektor pertambangan bagi semua pihak. “Tujuan keempat workshop adalah mengetahui Leading Practise yang sudah dilakukan oleh Perusahaan-perusahaan di sektor tambang sebagai bahan pembelajaran dalam rangka mendorong praktik tambang yang lebih baik,” ujar Sulistiyono, dalam laporannya, di Kantor PP FSP KEP SPSI, Kamis 24 Januari 2019.

Pekerja Tambang Dengan peralatan ala kadarnya, keselamatan dan kesehatan pekerja tambang sangat berisiko tinggi. ( Sumber Foto : http://sharingvalue.asia )

Pekerja Tambang
Dengan peralatan ala kadarnya, keselamatan dan kesehatan pekerja tambang sangat berisiko tinggi. ( Sumber Foto : http://sharingvalue.asia )

Selanjutnya masih ada tiga tujuan lain. Tujuan kelima dari acara workshop yang akan dihadiri International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional ini adalah menginventarisasi dan memetakan secara lebih komprehensif mengenai situasi, permasalahan dan kondisi ketenagakerjaan di sektor tambang di Indonesia, khususnya yang berafiliasi kepada SP KEP SPSI. Sulistiyono menambahkan untuk tujuan keenam yakni mendorong terwujudnya sinkronisasi kebijakan Pemerintah secara lintas sektor dalam menjawab perkembangan dan tantangan bisnis sektor pertambangan.

Dalam acara workshop tersebut, menurut Sulistiyono, tidak lupa diagendakan untuk menyusun format kebijakan dan kesamaan pandang dari seluruh stakholder dalam pengelolaan dan praktik pertambangan yang lebih bertanggungjawab sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan. “Penyusunan format ini disampaikan, didiskusikan dan dipraktekan melalui sebuah dialog sosial. Dan poin terakhir ini adalah tujuan ketujuh diselenggarakan acara workshop tersebut,” ujar Sulistiyono.

BERISIKO Pekerja di areal pertambangan memiliki risiko tinggi. Dibutuhkan manajemen keselamatan dan keamanan yang terpadu, prima dan berkelanjutan. ( Sumber Foto : www.peacenexus.org )

BERISIKO
Pekerja di areal pertambangan memiliki risiko tinggi. Dibutuhkan manajemen keselamatan dan keamanan yang terpadu, prima dan berkelanjutan. ( Sumber Foto : www.peacenexus.org )

Sebelumnya, Ketua Umum PP PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, mengatakan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk membangun komunikasi secara komprehensif di antara para pemangku kebijakan di sektor pertambangan. Serta dalam rangka mewujudkan praktek pertambangan yang lebih baik dan berkelanjutan di Indonesia. “Terutama menyangkut perlindungan bagi pekerja sektor tambang serta menjaga daya saing industri tambang menghadapi tantangan industrialisasi di Era Revolusi Industri 4.0.,” kata R. Abdullah di Kantor Pusat PP FSP KEP SPSI, Kamis 24 Januari 2019. Maka dari itu, pesan R. Abdullah, semua pemangku kebijakan di sektor industri pertambangan, khususnya anggota Afiliasi Serikat Pekerja IndustriAll Global, pengurus dan kader FSP KEP SPSI serta mitra terkait, diharaokan bisa menghadiri acara penting tersebut.

Info Panitia

Workshop di Bali

Narahubung Panitia :

Untuk komunikasi lebih lanjut dan keikutsertaan Workshop Nasional ini, silakan menghubungi Sekretariat PP FSP KEP SPSI di Nomor: 021-4214584.

Sekretaris PP FSP KEP SPSI, Saudara Sulistiyono, di Nomor: 0857-1403-1520  dan Saudara Hermansyah di Nomor: 0813-1482-1528.

(Tim PP FSP KEP SPSI/Zaky)

Berita Terkait :

PP FSP KEP SPSI Gelar Workshop “Dialog Sosial Membangun Praktek Pertambangan yang Bertanggung Jawab bagi Semua Pihak” di Bali

—————————

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>