• September 25, 2025
  • admin user
  • 0

KEPTV | Jakarta, 22 September 2025 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa yang belakangan ini diwarnai oleh aksi kerusuhan dan anarkisme. Dalam audiensi dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, yang didampingi oleh Ketua Komisi I Utut Adianto dan Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris, Andi menegaskan bahwa selama aksi buruh berlangsung, tidak pernah terjadi tindakan pembakaran atau penjarahan.

“Selama buruh turun ke jalan, kami tidak pernah terlibat dalam aksi-aksi yang merugikan. Dua konfederasi buruh terbesar di Indonesia mendukung supremasi sipil, dan kami siap berada di garis terdepan untuk itu,” tegas Andi.

Andi juga mengumumkan rencana untuk menggelar apel besar kebangsaan pada 8 Oktober mendatang di Bekasi, yang akan dihadiri oleh lebih dari 1.000 buruh. “Kami akan menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati. Supremasi sipil adalah segalanya bagi kami. Kami juga mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap berjalan tanpa gangguan,” tambahnya.

Terkait RUU Ketenagakerjaan, Andi meminta agar DPR segera membahasnya. Ia mengungkapkan bahwa respons DPR terhadap hal ini terkesan lamban dan meminta agar DPR membuka dialog dengan buruh. “Kami sudah menang di Mahkamah Konstitusi dan RUU itu harus dikembalikan ke DPR. Bukalah ruang diskusi. Kami mendukung investasi yang berpihak kepada kepentingan rakyat, tetapi juga jangan mengabaikan hak-hak buruh,” jelasnya.

Andi menekankan pentingnya DPR sebagai rumah rakyat yang mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa Puan saat kediamannya didatangi massa aksi.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa KSPSI akan mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam kegiatan apel kebangsaan tersebut, sebagai bentuk dukungan buruh terhadap pemerintahan yang sah. “Kami ingin menegaskan bahwa bangsa ini harus aman dan nyaman,” tutupnya.