
Mojokerto – Latihan Dasar (Latsar) Brigade SPSI Angkatan 42 Jawa Timur resmi digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur, Mojokerto. Kegiatan ini mengusung tema “Bersaudara, Bekerja, Bersatu Membangun Bangsa” dengan subtema “Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil, Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan.”
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Latsar ini bertujuan membentuk karakter anggota yang disiplin, solid, serta memiliki semangat juang tinggi dalam mengemban tugas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua PD KSPSI Jawa Timur, Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak SPN Polda Jatim atas dukungan fasilitas yang diberikan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kualitas kader SPSI ke depan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Agung selaku Kepala SPN yang telah menyediakan tempat, sarana, dan prasarana sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Fauzi juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, proses latihan yang dijalani merupakan bagian dari pengabdian.
“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Keringat yang kalian teteskan adalah bentuk khidmat kalian kepada SPSI. Dari sinilah akan lahir kader-kader yang tangguh dan berintegritas,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Upacara pembukaan Latsar, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, SIK, menekankan pentingnya kedisiplinan dan keseriusan selama pelatihan berlangsung. Ia berharap seluruh peserta mampu menyerap materi secara maksimal.
“Laksanakan seluruh kegiatan dengan tertib dan sungguh-sungguh. Output yang dihasilkan harus sesuai dengan harapan para pimpinan, yakni terbentuknya anggota yang siap menjalankan tugas dengan profesional,” ungkapnya.
Latsar Brigade SPSI ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari ke depan dengan berbagai materi, mulai dari pembinaan fisik, mental, hingga penguatan ideologi organisasi. Diharapkan, para peserta mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. (taufik)



















































































































































































































































































































































































































