• May 24, 2026
  • Admin Official
  • 0

BEKASI – Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP KEP SPSI) Kabupaten-Kota Bekasi menggelar pendidikan kader bertema “Memperkokoh Ideologi, Memenangkan Negosiasi: Transformasi Komunikasi Kader SP KEP SPSI” pada Selasa, 20 Mei 2026 di Waroeng Gecok, Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 64 peserta yang merupakan delegasi pengurus PUK FSP KEP SPSI se-Kabupaten/Kota Bekasi. Pendidikan kader ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat kapasitas kader menghadapi tantangan hubungan industrial yang semakin kompleks di kawasan industri Bekasi.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SP KEP SPSI, serta pembacaan Panca Prasetya sebagai bentuk peneguhan semangat perjuangan organisasi. Kegiatan kemudian dibuka oleh Wakil Sekretaris I PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Heri Budiono.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa keberhasilan perjuangan serikat pekerja sangat ditentukan oleh dua pilar utama, yakni ideologi yang kuat sebagai fondasi perjuangan serta komunikasi efektif sebagai alat memenangkan narasi dan perundingan.

“Seorang kader SP KEP SPSI tidak cukup hanya memahami hak-hak normatif pekerja, tetapi juga harus mampu menyampaikan nilai-nilai organisasi kepada anggota maupun pihak pengusaha secara baik dan terukur,” disampaikan dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Pendidikan kader ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya memperkuat ideologi organisasi agar kader memiliki integritas dan militansi perjuangan, meningkatkan kecakapan komunikasi verbal maupun non-verbal dalam negosiasi dan advokasi, menyelaraskan narasi organisasi dari tingkat PC hingga basis PUK, serta menguji kemampuan peserta melalui simulasi komunikasi dalam situasi konflik industrial.

Wakil Ketua Bidang I PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ono Kartono, menyampaikan bahwa agenda pendidikan tersebut merupakan implementasi nyata program kerja hasil Musyawarah Cabang (Muscab) VI FSP KEP SPSI Bekasi.

Menurutnya, pelaksanaan pendidikan kader masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya minat sebagian anggota terhadap pendidikan organisasi hingga adanya anggapan bahwa pendidikan belum menjadi kebutuhan utama.

“Dari sekitar 90 PUK yang ada, baru sekitar 30 PUK yang aktif mengikuti kegiatan pendidikan. Ada berbagai alasan dan asumsi, mulai dari materi yang dianggap kurang menarik hingga masih ada yang memandang pendidikan organisasi tidak terlalu penting. Tetapi kami tidak akan berhenti, karena pendidikan adalah investasi perjuangan organisasi,” ujar Ono Kartono.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan materi komunikasi efektif dan ideologi dilakukan berdasarkan hasil pembahasan tim kecil Bidang Pendidikan. Kedua materi tersebut dinilai saling berkaitan dan menjadi kebutuhan penting bagi kader serikat pekerja saat ini.

“Komunikasi adalah alat untuk menyampaikan pengetahuan, hukum, gagasan, dan sikap organisasi. Sementara ideologi menjadi fondasi agar kader tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki arah perjuangan dan loyalitas terhadap organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, Moh. Yusuf, menegaskan pentingnya pendidikan kader sebagai bagian dari proses membangun organisasi yang kuat dan berkarakter.

Ia menyampaikan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyampaikan informasi organisasi kepada anggota agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam perjuangan serikat pekerja. Selain itu, ideologi organisasi harus dipahami sebagai landasan utama dalam menjalankan roda organisasi dan perjuangan buruh.

“Komunikasi itu penting dalam organisasi. Apa yang kita sampaikan kepada anggota harus jelas dan tepat. Begitu juga ideologi, karena itu yang menjadi dasar perjuangan SP KEP SPSI sesuai dengan anggaran dasar dan semangat perjuangan organisasi,” ujar Moh. Yusuf.

Di akhir sambutannya, Moh. Yusuf secara resmi membuka kegiatan pendidikan kader tersebut.

Sesi pertama materi diisi oleh Nurudin Tri Raharjo, S.E., seorang pakar hukum dan mediator, yang membawakan materi tentang komunikasi efektif. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan berbagai hambatan yang sering terjadi dalam komunikasi, khususnya dalam proses negosiasi hubungan industrial.

Menurut Nurudin, salah satu penyebab utama gagalnya komunikasi adalah kurangnya informasi dan pengetahuan dari pihak yang menyampaikan pesan.

“Ketika ingin menyampaikan sesuatu, maka informasi dan data yang digunakan harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Banyak orang berbicara panjang, tetapi lawan bicara justru tidak memahami inti pesan yang ingin disampaikan,” jelas Nurudin.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan komunikasi tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat pendidikan formal, tetapi lebih kepada kemampuan memahami tujuan komunikasi, menyusun pesan secara tepat, serta menyampaikan gagasan dengan jelas dan terarah.

Setelah sesi istirahat dan salat Zuhur, materi dilanjutkan oleh Ono Kartono yang memperdalam pemahaman peserta mengenai ideologi serikat pekerja melalui sesi refreshing Ideologi SP KEP SPSI. Materi tersebut membahas berbagai poin mendasar, mulai dari pengertian ideologi, sifat dan fungsi ideologi, pentingnya memiliki ideologi dalam organisasi perjuangan, hingga penerapan nilai-nilai ideologi dalam kehidupan organisasi maupun aktivitas perjuangan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi berharap dapat melahirkan kader-kader organisasi yang tidak hanya memiliki kemampuan advokasi dan negosiasi, tetapi juga memiliki karakter ideologis, loyalitas, dan militansi perjuangan yang kuat dalam menghadapi dinamika hubungan industrial di masa depan.

Kegiatan pendidikan kader ini terselenggara berkat dukungan penuh Bidang Pendidikan serta seluruh jajaran pengurus PC FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi.

sumber: spsibekasi.org