• October 1, 2026
  • Admin Official
  • 0

JAKARTA — Sebanyak 65 aktivis serikat pekerja dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina mengikuti webinar regional mengenai Pedoman IndustriALL tentang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) pada 29 September 2026.

Webinar tersebut menjadi ruang bagi serikat pekerja di kawasan Asia Tenggara untuk membahas perkembangan penerapan AI di berbagai sektor industri, khususnya manufaktur, serta dampaknya terhadap dunia kerja dan kehidupan pekerja.

Dalam diskusi, peserta membahas sejumlah isu penting yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan AI dan teknologi digital di tempat kerja, mulai dari perubahan dan potensi hilangnya pekerjaan, kebutuhan peningkatan keterampilan, perlindungan privasi, kesehatan dan keselamatan kerja, hingga meningkatnya penggunaan algorithmic management dalam pengelolaan tenaga kerja.

Para peserta menegaskan adanya kebutuhan untuk memastikan bahwa pekerja dan serikat pekerja tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak dari perkembangan teknologi, tetapi juga terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait penerapan AI di tempat kerja.

Serikat Pekerja Harus Terlibat dalam Pengambilan Keputusan

Dalam webinar tersebut terdapat kesepahaman bahwa penerapan AI harus dibahas melalui dialog sosial dan perundingan bersama (collective bargaining). Serikat pekerja perlu memiliki ruang untuk menyampaikan kepentingan dan perlindungan pekerja sebelum teknologi baru diterapkan di tempat kerja.

Perubahan teknologi juga harus disertai dengan langkah-langkah untuk memastikan transisi yang adil (just transition) bagi pekerja yang terdampak. Perusahaan diharapkan menyediakan pelatihan, peningkatan keterampilan, serta mekanisme konsultasi dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.

Bagi serikat pekerja, perkembangan AI tidak hanya menjadi persoalan teknologi, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan pekerjaan, kualitas kerja, hubungan industrial, serta perlindungan hak-hak pekerja.

Perkuat Kapasitas Serikat Pekerja Menghadapi AI

Para peserta webinar juga mengidentifikasi sejumlah agenda bersama yang perlu dikembangkan di tingkat regional. Di antaranya adalah pengembangan program pelatihan AI bagi pekerja dan aktivis serikat pekerja, pengumpulan serta pertukaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berkaitan dengan AI, penguatan tata kelola AI yang berpusat pada pekerja, serta peningkatan kerja sama antarserikat pekerja di kawasan Asia Tenggara.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas serikat pekerja dalam menghadapi perubahan teknologi sekaligus memastikan agar penerapan AI tetap memperhatikan prinsip pekerjaan layak dan hak-hak pekerja.

“Serikat Pekerja Harus Membentuk Arah Perubahan Teknologi”

Assistant General Secretary IndustriALL, Kan Matsuzaki, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif serikat pekerja dalam menentukan bagaimana AI diterapkan di tempat kerja.

“Trade unions must not simply react to technological change. We must shape how AI is introduced in workplaces to ensure a just transition, protect workers’ rights, and create decent jobs for all.”

Menurutnya, serikat pekerja tidak cukup hanya merespons perubahan teknologi setelah dampaknya terjadi. Serikat pekerja perlu terlibat sejak awal dalam menentukan bagaimana teknologi tersebut diperkenalkan dan digunakan di tempat kerja.

Webinar regional ini sekaligus memperkuat pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarserikat pekerja di Asia Tenggara dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan AI.

Bagi gerakan serikat pekerja, perkembangan AI menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun hubungan industrial yang lebih demokratis, memastikan pekerja mendapatkan keterampilan yang relevan, serta mendorong agar transformasi teknologi berjalan seiring dengan perlindungan hak dan kesejahteraan pekerja.

SPKEP SPSI — Bersama Pekerja, Mengawal Perubahan Dunia Kerja.