Jakarta, 1 Mei 2026 – Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menyampaikan orasi kritis dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Di hadapan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, Ilhamsyah menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan nyata buruh.

Mengawali orasinya dengan semangat solidaritas, Ilhamsyah menyoroti perubahan momentum perjuangan buruh yang kini dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

“Biasanya kami berteriak di luar pagar istana atau DPR. Hari ini kami bisa menyampaikan langsung kepada Presiden,” ujarnya di hadapan ribuan massa buruh.

Tuntutan Daycare untuk Buruh Muda

Isu pertama yang disampaikan adalah kebutuhan fasilitas penitipan anak (daycare) bagi buruh muda. Ilhamsyah menggambarkan dilema pekerja yang baru berkeluarga, yang harus memilih antara meninggalkan anak di kampung atau berhenti bekerja.

Ia mendesak pemerintah untuk menghadirkan daycare di kawasan industri dan pemukiman buruh.

“Negara harus hadir agar anak-anak buruh bisa tumbuh dengan baik, mendapatkan pengasuhan dan jaminan kesehatan yang layak,” tegasnya.

Perumahan Terintegrasi Kawasan Industri

Selain itu, Ilhamsyah juga menyatakan dukungan terhadap program perumahan pemerintah, namun menekankan pentingnya integrasi dengan kawasan industri.

Menurutnya, buruh selama ini terbebani biaya tempat tinggal yang mencapai 20–30 persen dari upah, serta harus menghadapi kemacetan setiap hari.

“Perumahan yang dekat dengan kawasan industri akan mengurangi biaya hidup, menghemat BBM, dan menekan stres akibat kemacetan,” jelasnya.

Ia menilai kebijakan ini dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan buruh secara menyeluruh.

Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Diperkuat

Dalam poin terakhir, Ilhamsyah menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan aturan ketenagakerjaan. Ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk memperkuat fungsi pengawasan.

Beberapa pelanggaran yang disorot antara lain:

  1. Upah di bawah ketentuan
  2. Praktik union busting
  3. Kelalaian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
  4. Hubungan kerja yang tidak adil

“Tidak boleh lagi ada pelanggaran. Pengawasan harus menjadi ujung tombak untuk menegakkan keadilan bagi buruh,” tegasnya.

Momentum Dialog Buruh dan Pemerintah

Peringatan May Day 2026 di Monas menjadi momentum penting bagi gerakan buruh untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan langsung kepada pemerintah. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dinilai membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara negara dan pekerja.

Ilhamsyah menutup orasinya dengan seruan solidaritas, menegaskan bahwa perjuangan buruh harus terus dikawal demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh pekerja Indonesia. (pjr)