• December 22, 2025
  • admin user
  • 0

Bandung, 22 Desember 2025R. Abdullah, Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, memberikan materi dalam kegiatan Pembentukan Kader Hubungan Industrial Pancasila yang mendukung Gerakan Produktivitas Nasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, bertempat di Bandung.

Dalam paparannya, R. Abdullah menegaskan bahwa Hubungan Industrial Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam membangun relasi kerja yang adil, produktif, dan berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan produktivitas nasional tidak dapat dilepaskan dari penghormatan terhadap hak-hak normatif pekerja, dialog sosial yang setara, serta peran aktif serikat pekerja dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial.

“Produktivitas bukan semata-mata soal target angka, tetapi juga tentang kualitas hubungan kerja, kepastian hukum, dan keadilan bagi pekerja. Hubungan Industrial Pancasila memberikan kerangka nilai untuk itu,” ujar R. Abdullah di hadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa target Hubungan Industrial Pancasila adalah terciptanya peningkatan produksi dan produktivitas perusahaan, peningkatan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya, serta terjaminnya kelangsungan usaha perusahaan. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, harus berjalan secara simultan dan saling memperkuat.

Lebih jauh, R. Abdullah menegaskan bahwa target akhir dari penerapan Hubungan Industrial Pancasila adalah terciptanya ketenangan kerja dan ketenangan usaha.

“Jika pekerja sejahtera, perusahaan berkelanjutan, maka ketenangan kerja dan ketenangan usaha akan terwujud. Semoga,” tuturnya.

Kegiatan Pembentukan Kader Hubungan Industrial Pancasila ini dilaksanakan selama tiga hari dua malam, mulai 22 hingga 24 Desember 2025. Selama kegiatan, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai regulasi ketenagakerjaan, mekanisme pencegahan perselisihan hubungan industrial, serta penguatan komunikasi konstruktif antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Acara berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab, yang mencerminkan antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik hubungan industrial di Indonesia.

Kontributor: 3zah