• September 17, 2026
  • Admin Official
  • 0

JAKARTA — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan riset organisasi. Namun, kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai aplikasi AI juga menuntut kemampuan untuk melakukan verifikasi dan membandingkan sumber sebelum informasi tersebut digunakan.

Pesan tersebut disampaikan Saudara Yap, pemateri dalam sesi riset organisasi dan pemanfaatan AI, saat peserta melakukan praktik pencarian dan analisis informasi perusahaan menggunakan sejumlah aplikasi AI.

Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada kemampuan AI dalam membantu proses riset, tetapi juga diajak menguji sejauh mana informasi yang dihasilkan AI dapat digunakan sebagai bahan penelitian.

Salah satu praktik yang dilakukan peserta adalah memberikan pertanyaan yang sama kepada beberapa aplikasi AI untuk kemudian membandingkan hasil yang diberikan. Dari praktik tersebut, peserta menemukan adanya perbedaan dalam kelengkapan maupun kedalaman informasi yang dihasilkan masing-masing aplikasi.

Yap menekankan bahwa kualitas hasil pencarian AI sangat dipengaruhi oleh kualitas pertanyaan atau prompt yang diberikan.

Menurutnya, pertanyaan yang terlalu umum cenderung menghasilkan informasi yang juga bersifat umum. Sebaliknya, pertanyaan yang lebih rinci dan memberikan konteks atau peran tertentu kepada AI dapat menghasilkan jawaban yang lebih terarah.

“Kalau kita tanya secara umum, hasilnya sangat umum. Kalau kita tanya secara detail, dia akan keluar sangat detail.”

Dalam praktiknya, peserta juga membandingkan informasi mengenai perusahaan dengan menggunakan sejumlah aplikasi AI. Salah satu kelompok menggunakan enam parameter penelitian dan memberikan pertanyaan yang sama kepada beberapa aplikasi untuk memperoleh gambaran yang dapat dibandingkan secara apple to apple.

AI Bukan Satu-Satunya Sumber

Hal yang menjadi perhatian utama dalam sesi tersebut adalah pentingnya melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari AI.

Yap mengingatkan bahwa AI tetap dapat memberikan jawaban yang keliru. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan AI dalam menemukan informasi yang sangat baru atau informasi yang belum banyak tersedia dan terindeks di internet.

Karena itu, setiap referensi yang diberikan AI perlu diperiksa kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan sumber asli.

Ia juga menekankan agar peneliti tidak hanya bergantung pada satu sumber informasi. Setelah melakukan verifikasi, informasi dari berbagai sumber perlu dibandingkan untuk melihat kesesuaian maupun perbedaannya.

Untuk kebutuhan yang lebih serius, termasuk sebagai bahan negosiasi, informasi hasil AI tidak seharusnya langsung dijadikan dasar tanpa pemeriksaan. Sumber primer seperti laporan tahunan, publikasi bursa, pengumuman perusahaan maupun informasi resmi lainnya dinilai perlu menjadi rujukan pembanding.

Menggali Perspektif Pekerja

Sesi praktik juga memperlihatkan bahwa riset menggunakan AI berpotensi menghasilkan informasi yang terlalu berorientasi pada informasi yang dipublikasikan perusahaan.

Karena itu, peserta didorong untuk menyusun pertanyaan yang lebih spesifik dan menggali aspek yang relevan dari perspektif pekerja.

Beberapa pertanyaan yang kemudian digunakan antara lain mengenai kecelakaan kerja, perselisihan hubungan industrial, serta pandangan serikat pekerja terhadap perusahaan.

Pendekatan tersebut penting agar riset tidak berhenti pada informasi umum mengenai profil, produk, kepemilikan, pasar, atau kebijakan perusahaan, tetapi juga mencoba melihat persoalan hubungan industrial dan kondisi pekerja.

Dalam salah satu praktik, kelompok peserta memang menguji pertanyaan mengenai kecelakaan kerja, perselisihan hubungan industrial, dan pandangan serikat pekerja terhadap sebuah perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa jawaban yang diberikan aplikasi AI dapat berbeda dalam tingkat kelengkapan dan kedalamannya.

Riset Tetap Membutuhkan Penilaian Manusia

Dari praktik tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa AI dapat membantu mempercepat proses pencarian dan pengolahan informasi, tetapi tidak menggantikan proses penelitian itu sendiri.

AI dapat digunakan untuk membantu menemukan informasi, mengembangkan pertanyaan, menyusun gambaran awal, serta membandingkan data. Namun, peneliti tetap perlu membaca sumber asli, memeriksa referensi, melihat konteks, dan membandingkan informasi dari berbagai sumber.

Terlebih, informasi mengenai perusahaan juga dapat berbeda berdasarkan periode laporan. Peserta menemukan bahwa data mengenai suatu perusahaan dapat merujuk pada laporan tahunan maupun periode kuartal yang berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sumber dan waktu data tersebut.

Dengan demikian, pemanfaatan AI dalam riset organisasi bukan sekadar persoalan memilih aplikasi yang menghasilkan jawaban paling panjang atau lengkap. Yang lebih penting adalah kemampuan peneliti menyusun pertanyaan yang tepat, menguji informasi, memeriksa sumber, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi organisasi pekerja, kemampuan tersebut menjadi penting karena riset yang kuat membutuhkan informasi yang tidak hanya cepat diperoleh, tetapi juga akurat, relevan, terverifikasi, dan mampu menggambarkan perspektif pekerja secara lebih utuh.