• January 27, 2026
  • PP SPKEP SPSI
  • 0

Cikarang Barat, (22/01/2026) – Keselamatan pekerja tidak hanya menjadi perhatian di dalam area pabrik, tetapi juga di jalan raya. Hal inilah yang mendorong PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper) menggulirkan program Training Safety Riding bagi para pekerjanya.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Manajemen, Serikat Pekerja, dan Departemen Health & Safety (H&S) sebagai langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pekerja yang menggunakan kendaraan roda dua untuk mobilitas harian.

Pelatihan Safety Riding ini telah berlangsung secara rutin sejak Agustus 2025 dan dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di luar area perusahaan.

Untuk mendukung kualitas pelatihan, kegiatan digelar di Safety Riding Center milik PT Astra Honda Motor (AHM) yang berlokasi di Kawasan Industri GIIC Deltamas. Fasilitas tersebut dikenal memiliki standar internasional dalam pelatihan keselamatan dan keterampilan berkendara.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan. Materi yang diberikan antara lain peningkatan kepekaan terhadap potensi bahaya di jalan raya, teknik pengereman yang tepat dalam berbagai kondisi, serta latihan keseimbangan dan kelincahan saat mengendalikan kendaraan.

Manajemen PT Fajar Surya Wisesa Tbk menegaskan bahwa keselamatan pekerja merupakan prioritas utama perusahaan.

“Kesuksesan operasional tidak akan berarti jika pekerja tidak pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Program ini adalah investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan sadar risiko,” ujar perwakilan manajemen.

Senada dengan itu, Pimpinan Serikat Pekerja menyampaikan bahwa program Safety Riding merupakan bentuk nyata perlindungan bagi pekerja.

“Ini adalah hasil dialog dan kolaborasi yang baik dengan manajemen. Kami ingin setiap pekerja berangkat bekerja dengan semangat dan pulang dengan selamat untuk keluarga,” katanya.

Sementara itu, Departemen H&S menargetkan terwujudnya budaya Zero Accident, baik di dalam maupun di luar area kerja.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membentuk pola pikir berkendara yang defensif, bukan sekadar bisa mengendarai motor, tetapi terampil dan aman,” ungkapnya.

Sejak diluncurkan, ratusan pekerja telah mengikuti program ini secara bertahap. Dampak positif mulai terlihat dengan meningkatnya kesadaran penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara sesuai standar di lingkungan perusahaan.

FajarPaper optimistis, melalui edukasi yang berkelanjutan dan fasilitas pelatihan yang memadai, budaya Safety Riding akan menjadi bagian dari identitas pekerja. Tujuannya sederhana namun krusial, memastikan setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat setelah menyelesaikan aktivitas kerja.

Kontributor: Beni J