BOGOR – Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP KEP SPSI) resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan “Advokasi” dengan tema fokus “Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial”.
Hadir sebagai Pemateri/Narasumber,
- Saepul Anwar, S.H., CLA,CRA
- Mustiyah, S.H., M.H.,
- Endang Rokhani, S.H., MSi.,
- Mohammad Fandrian Hadistianto, S.H., M.H.,
- BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Selasa hingga Kamis, 19–21 Mei 2026, ini bertempat di Wisma Abdi, Jl. Raya Puncak KM 76, Cipayung, Bogor.
Hadir sebanyak 46 peserta pelatihan dari perwakilan PUK dan PC ,Sumatra Utara dipaling Barat dan Papua dari ujung Timur.
Banyaknya peserta menunjukan betapa besar kesadaran kita bahwa pentingnya pendidikan untuk menunjang perjuangan membela, melindungi dan mensejahterakan anggota.
Mewujudkan Hubungan Industrial yang Harmonis
Pendidikan advokasi ini diinisiasi sebagai langkah strategis organisasi dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman hukum para pengurus serta anggota serikat pekerja.
Melalui program ini, FSP KEP SPSI berkomitmen penuh untuk membekali para kadernya dengan keahlian hukum praktis, khususnya yang berkaitan dengan regulasi ketenagakerjaan.
Sebagaimana tertuang dalam visi utama acara, kegiatan ini membawa misi penting:
”Meningkatkan Kapasitas Advokasi, Mewujudkan Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Hubungan Industrial yang Harmonis dan Berkelanjutan.”
Fokus Materi dan Kurikulum
Sepanjang pelatihan, para peserta dibekali dengan pendalaman materi terkait Undang-Undang Ketenagakerjaan serta mekanisme formal penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI).
Pendekatan edukasi difokuskan pada tata cara advokasi yang efektif, mulai dari jalur bipartit, tripartit (mediasi/konsiliasi), hingga proses litigasi di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
Dengan adanya pelatihan intensif ini, diharapkan setiap perwakilan serikat pekerja mampu menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak buruh secara profesional, objektif, dan tetap mengedepankan dialog konstruktif demi tercapainya iklim kerja yang kondusif.
Kontributor: Pratama Yogi Wijaya (BSIN B)











































































































































































































































































































































































































































































































