Nganjuk — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12). Pembangunan museum ini menjadi simbol penghormatan atas perjuangan buruh sekaligus pengingat sejarah penting gerakan pekerja di Indonesia.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan keterampilan pekerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan digitalisasi dan otomatisasi menuntut buruh untuk terus belajar dan beradaptasi agar tetap mampu bersaing di dunia kerja.
“Pekerja harus terus belajar, meningkatkan skill, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan begitu, kesejahteraan buruh dapat terus diperjuangkan seiring perubahan zaman,” ujar Kapolri.
Kapolri juga mengajak kaum buruh untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan Marsinah, yang dinilainya sebagai tonggak penting dalam sejarah perburuhan nasional. Nilai keberanian, solidaritas, dan perjuangan Marsinah diharapkan terus diwariskan kepada generasi pekerja berikutnya.
Sementara itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa Museum Marsinah tidak hanya dibangun sebagai monumen sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi pekerja dan masyarakat luas.
Museum ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan refleksi tentang perjuangan buruh dalam menuntut keadilan serta kesejahteraan.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KSPSI, tokoh-tokoh serikat pekerja, Gubernur Jawa Timur, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan buruh dari berbagai sektor. Kegiatan berlangsung khidmat dan menegaskan sinergi antara negara dan gerakan buruh dalam mewujudkan hubungan industrial yang berkeadilan.
Ke depan, Museum Marsinah direncanakan menjadi pusat dokumentasi sejarah perjuangan buruh nasional sekaligus pengingat bahwa kesejahteraan pekerja lahir dari proses panjang perjuangan kolektif. Museum ini juga direncanakan akan diresmikan pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Kontributor: Taufik - PC FSP KEP SPSI Kab. Gresik





















































































































































































































































































































































































































