• September 10, 2026
  • Admin Official
  • 0

BEKASI — Kebakaran tidak pernah datang dengan peringatan. Karena itu, kesiapsiagaan tidak cukup hanya tertulis dalam prosedur, tetapi harus diuji secara nyata.

Pesan tersebut menjadi salah satu hal yang terlihat dalam fire drill atau simulasi penanggulangan kebakaran skala besar yang digelar PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) Bekasi Plant bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan momentum peringatan tragedi kebakaran yang pernah terjadi di Pabrik Bridgestone Tochigi, Jepang, pada 8 September 2003. Tragedi tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting bagi Bridgestone dalam memperkuat manajemen risiko, kesiapsiagaan, serta upaya pencegahan kebakaran di lingkungan kerja.

Bukan Sekadar Simulasi

Fire drill yang merupakan agenda tahunan BSIN tersebut dirancang menyerupai kondisi darurat yang sesungguhnya.

Dalam simulasi, sejumlah skenario dijalankan, mulai dari kebakaran truk pengangkut BBM, pemadaman api berskala besar di area produksi, hingga evakuasi ratusan karyawan menuju assembly point atau titik kumpul.

Tim Damkar Kota Bekasi turut menerjunkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk memperagakan proses penanganan serta pemadaman api menggunakan kendaraan dan peralatan pendukung.

Simulasi tersebut menjadi sarana untuk menguji apakah seluruh unsur yang terlibat benar-benar mampu bergerak cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur ketika keadaan darurat terjadi.

Bagi perusahaan dengan aktivitas produksi dan penggunaan berbagai fasilitas industri, kesiapan menghadapi kebakaran merupakan bagian penting dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Uji Respons Pekerja dan Sistem Keselamatan

Selain simulasi pemadaman, para pekerja juga mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta sistem hidran.

Pelatihan tersebut diarahkan agar pekerja memahami tindakan awal yang harus dilakukan ketika menghadapi potensi kebakaran, sebelum api berkembang menjadi kondisi yang lebih besar.

Tidak hanya kemampuan pekerja yang diuji. BSIN juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perangkat keselamatan dan sistem tanggap darurat di lingkungan pabrik, termasuk sprinkler, detektor asap, dan alarm kebakaran.

Pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat tersebut dapat berfungsi secara optimal ketika benar-benar dibutuhkan.

Dengan demikian, simulasi tidak berhenti pada bagaimana memadamkan api, tetapi juga menguji keseluruhan rantai tanggap darurat—mulai dari deteksi, alarm, respons awal, evakuasi, pemadaman, hingga koordinasi dengan pihak eksternal.

Perkuat Kolaborasi dengan Damkar

Keterlibatan Damkar Kota Bekasi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Latihan bersama digunakan untuk menguji komunikasi dan koordinasi antara Fire Brigade internal perusahaan dengan personel Damkar Kota Bekasi, termasuk bagaimana mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat yang sebenarnya.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Heryanto, AP, M.Si., menilai pelaksanaan fire drill BSIN berlangsung terukur dan terarah.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Damkar Kota Bekasi dan PT Bridgestone Tire Indonesia dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat.

Sementara itu, President Director PT Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, mengapresiasi pelaksanaan simulasi yang berjalan lancar.

Ia berharap skenario kebakaran yang diperagakan dalam simulasi tersebut tidak pernah terjadi secara nyata di lingkungan pabrik.

Tragedi Menjadi Pelajaran, Bukan Sekadar Kenangan

Momentum peringatan tragedi Tochigi memberikan pesan penting bahwa kecelakaan dan kebakaran di tempat kerja tidak boleh hanya dikenang setelah peristiwa terjadi.

Justru, setiap tragedi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem keselamatan, meningkatkan kesiapan pekerja, dan memastikan perusahaan memiliki kemampuan merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.

Karena itu, fire drill yang dilakukan BSIN dapat dipandang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya K3 yang hidup di lingkungan kerja.

Sebab dalam urusan keselamatan, keberhasilan bukan diukur dari seberapa hebat perusahaan memadamkan kebakaran setelah terjadi.

Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika seluruh sistem mampu mencegah kebakaran, menyelamatkan manusia, dan memastikan tidak ada pekerja yang menjadi korban.

Melalui simulasi tersebut, PT Bridgestone Tire Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja sekaligus memperkuat koordinasi dengan Damkar Kota Bekasi dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

Dari Tochigi, sebuah pelajaran dibawa ke Bekasi: tragedi tidak boleh hanya dikenang—ia harus diubah menjadi kesiapsiagaan.