
Cirebon – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Penasihat Kapolri, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan bagi generasi muda, khususnya anak-anak dari keluarga pekerja.
Pondok Pesantren Nurul Hidayah dikelola oleh Ustaz Fauzan Bachtiar, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat. Pembangunan asrama putri ini melengkapi fasilitas yang sebelumnya telah memiliki asrama putra, sekaligus menjadi langkah pengembangan untuk menampung lebih banyak santri.
Dalam sambutannya, Andi Gani Nena Wea menyampaikan apresiasi kepada pengelola pesantren yang tetap berkomitmen memperkuat pendidikan agama di tengah perubahan zaman.
“Di tengah kesibukan dan tantangan kehidupan modern, masih ada pihak yang memikirkan keberlangsungan pendidikan keagamaan bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi gagasan Ustaz Fauzan Bachtiar yang melihat perubahan wilayah Cirebon dari kota santri menuju kawasan industri. Menurutnya, transformasi tersebut harus diimbangi dengan penguatan pendidikan agama, terutama bagi anak-anak pekerja.
Menariknya, pembangunan asrama putri ini dilakukan bertepatan dengan momentum International Women’s Day, yang menjadi simbol komitmen dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi santri putri.
Andi Gani menegaskan bahwa KSPSI akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan pondok pesantren tersebut agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden KSPSI juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Sementara itu, Ustaz Fauzan Bachtiar menyampaikan bahwa pembangunan asrama putri ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan agama di wilayah Cirebon yang kini mengalami perkembangan industri.
Menurutnya, perubahan tersebut harus tetap diimbangi dengan penguatan nilai moral dan spiritual generasi muda.
Ia juga menyoroti tingginya biaya pendidikan di sejumlah pondok pesantren yang menjadi kendala bagi para pekerja.
“Banyak pekerja yang ingin menyekolahkan anaknya di pesantren, tetapi terkendala biaya yang cukup tinggi. Kehadiran Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak pekerja menjadi sesuatu yang sangat berarti,” ungkapnya.
Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus serikat pekerja, serta warga sekitar. Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Presiden KSPSI sebelum melanjutkan agenda buka puasa bersama dengan Bupati dan masyarakat Kabupaten Kuningan di Pendopo Kabupaten Kuningan pada sore harinya. (spsibekasi)












































































































































































































































































































































































































