• December 10, 2025
  • PP SPKEP SPSI
  • 0

Jakarta, 10 Desember 2025 — Dalam pertemuan “Towards a Public Pathway Approach to a Just Energy Transition in Indonesia”, Network Meeting Promoting INclusive Just Energy Transition: Public Pathway to Equity and Sustainability, Luis Monje, PSI Project Officer, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya memperjuangkan layanan publik yang berkualitas serta memastikan transisi energi tidak jatuh ke dalam kendali korporasi besar dan kepentingan komersial semata.

Luis membuka sambutannya dengan menegaskan bahwa PSI terus memperjuangkan layanan publik yang kuat untuk mengurangi ketimpangan. Namun, ia menyoroti kenyataan bahwa ketimpangan dalam kepemilikan dan akses energi masih sangat besar di seluruh dunia. “Lebih dari 700 juta orang masih hidup tanpa listrik, dan 2,3 miliar lainnya bergantung pada bahan bakar berpolusi untuk memasak,” ujarnya. Kondisi ini paling dirasakan oleh masyarakat pedesaan, terpencil, dan kelompok terpinggirkan.

Luis menjelaskan bahwa ketidaksetaraan tidak hanya terjadi dalam akses, tetapi juga dalam kepemilikan dan kontrol aset energi. Sebagian besar sumber daya energi global dikuasai oleh segelintir individu kaya, perusahaan besar, dan beberapa negara tertentu. Situasi ini, menurutnya, juga terlihat di Indonesia, di mana kepemilikan aset energi masih didominasi perusahaan besar, baik swasta maupun keluarga, dengan sedikit kombinasi perusahaan milik negara.

Ia memperingatkan bahwa pola kolaborasi antara negara dan swasta berpotensi berubah menjadi kompetisi yang pada akhirnya berujung pada dominasi korporasi. “Di banyak negara, ketika sektor swasta mengambil sedikit demi sedikit kendali, pada akhirnya mereka menguasai semuanya,” tegasnya. PSI meminta serikat pekerja untuk waspada terhadap munculnya dinamika kolonialisme baru dalam sektor energi yang dapat memperpanjang eksploitasi sumber daya dan masyarakat.

Luis menyoroti besarnya keuntungan yang diraup perusahaan energi swasta tanpa akuntabilitas yang memadai, kontribusi pajak yang minim, dan privatisasi layanan publik yang semakin meluas. Ia menegaskan bahwa model ini bertentangan dengan kepentingan rakyat dan melahirkan ketidakadilan baru dalam transisi energi.

Dalam sambutannya, Luis menyampaikan apresiasi kepada FNB Mondial dari Belanda, yang melalui dukungannya memungkinkan PSI membawa proyek public pathways ke Indonesia. Menurutnya, pendekatan jalur publik adalah proposal yang adil, setara, berkelanjutan, dan berakar dari semangat pelayanan publik yang diusung oleh serikat pekerja sektor publik.

“Ini adalah perjuangan yang tidak bisa dimenangkan sendirian,” katanya, sembari menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unit serikat pekerja, termasuk serikat pekerja di sektor swasta yang masih menghadapi banyak pertanyaan soal transisi energi.

Luis menutup sambutannya dengan ajakan kuat agar seluruh serikat pekerja Indonesia bersatu menghadapi tantangan transisi energi. Ia menegaskan bahwa dukungan dari serikat pekerja internasional tidak akan cukup tanpa solidaritas antarserikat di tingkat nasional.

“Kita harus meyakinkan, karena tanpa meyakinkan, kita tidak bisa menang. Masa depan transisi energi di Indonesia akan berubah menjadi baik atau buruk bergantung pada posisi kita hari ini,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk turut merumuskan strategi kampanye selanjutnya serta memperkuat advokasi menuju sistem energi yang adil, demokratis, dan berpihak pada pekerja serta rakyat. (3ZHA).