KUALA LUMPUR — Kerja sama antara serikat pekerja Indonesia dan Malaysia terus didorong untuk menghadapi perubahan dunia ketenagakerjaan di kawasan Asia Tenggara. Salah satu fokus yang dibahas adalah peningkatan keterampilan pekerja melalui pendidikan, pelatihan, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarserikat pekerja.

Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) Andi Gani Nena Wea melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dan bertemu dengan sejumlah tokoh serikat pekerja setempat. Dalam kunjungan tersebut, Andi Gani antara lain bertemu dengan Sekretaris Jenderal National Union of Bank Employees (NUBE) Malaysia), J. Solomon.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama gerakan pekerja Indonesia dan Malaysia, termasuk isu perlindungan pekerja migran, pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan kewirausahaan bagi anggota serikat pekerja.

Andi Gani menilai kerja sama lintas negara menjadi semakin penting karena persoalan ketenagakerjaan di kawasan ASEAN memiliki dimensi yang tidak terbatas pada batas wilayah nasional.

“Serikat pekerja di ASEAN harus semakin solid dan saling memperkuat. Kita tidak hanya bicara soal perlindungan pekerja, tetapi juga pendidikan, peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi serikat pekerja,” ujar Andi Gani, sebagaimana dikutip dari keterangan yang diberitakan detikFinance, Kamis (1/10/2026).

Pertukaran Pengetahuan dan Pendidikan

Salah satu gagasan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah memperluas program pertukaran pendidikan dan pelatihan bagi aktivis serikat pekerja dari kedua negara.

Melalui skema tersebut, pekerja dan aktivis serikat di Indonesia dapat memperoleh kesempatan untuk mempelajari pengalaman organisasi dan praktik ketenagakerjaan di Malaysia. Sebaliknya, pengalaman dari Indonesia juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi gerakan pekerja di Malaysia.

Menurut Andi Gani, pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kualitas gerakan serikat pekerja di kawasan ASEAN.

“Kita ingin membuka ruang yang lebih luas untuk pertukaran pendidikan dan pelatihan. Aktivis buruh Indonesia bisa belajar di Malaysia, begitu juga sebaliknya,” kata Andi Gani.

Penguatan Solidaritas Pekerja ASEAN

Sementara itu, J. Solomon menyambut baik upaya ASEAN TUC dalam memperkuat hubungan antars erikat pekerja di kawasan.

Menurut Solomon, kerja sama tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas organisasi pekerja sekaligus memperkuat solidaritas di antara serikat pekerja negara-negara ASEAN.

NUBE Malaysia juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan serikat pekerja Indonesia, terutama dalam bidang organisasi, pendidikan dan pelatihan.

Program pertukaran dan pendidikan bagi aktivis pekerja menjadi salah satu bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dengan meningkatnya perubahan di dunia kerja, penguatan kompetensi pekerja menjadi salah satu agenda penting bagi organisasi pekerja. Perkembangan teknologi, perubahan model bisnis, serta dinamika pasar tenaga kerja membuat pendidikan dan peningkatan keterampilan menjadi bagian dari strategi organisasi pekerja untuk mempersiapkan anggotanya menghadapi perubahan.

Tidak Hanya Perlindungan, tetapi Juga Pemberdayaan

Kerja sama Indonesia-Malaysia tersebut juga memperluas perspektif hubungan antarserikat pekerja. Agenda pekerja tidak hanya berkaitan dengan perlindungan hak dan hubungan industrial, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas anggota dan kemandirian ekonomi.

Pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu isu yang ikut dibahas dalam pertemuan tersebut. Program semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan ekonomi bagi anggota serikat pekerja, khususnya dalam menghadapi perubahan struktur dan kebutuhan pasar kerja.

Kerja sama antargerakan pekerja di tingkat ASEAN pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam program konkret seperti pendidikan, pelatihan, pertukaran pengalaman, penguatan organisasi, serta perlindungan pekerja migran.

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda membangun kapasitas pekerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Sumber: detikFinance, 2 Oktober 2026.