• September 25, 2026
  • Admin Official
  • 0

Jakarta, 25 September 2026 — Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas Asian Games 2026 setelah melakukan comeback dramatis dan mengalahkan China dengan skor 3-2 pada final yang berlangsung di Ichinomiya City Sports Gymnasium, Kamis (24/9/2026).

Kemenangan tersebut menjadi sejarah penting bagi bulu tangkis Indonesia. Medali emas beregu putra ini sekaligus mengakhiri penantian selama 28 tahun, setelah terakhir kali Indonesia meraih emas pada nomor yang sama di Asian Games 1998.

Tertinggal 0-2, Indonesia Bangkit

Perjuangan Indonesia di final tidak berjalan mudah. China terlebih dahulu mengambil dua kemenangan.

Pada pertandingan pertama, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Shi Yu Qi. China kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah pasangan Liang Wei Keng/Wang Chang mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Dalam kondisi tertinggal, Indonesia tidak menyerah.

Alwi Farhan berhasil memperkecil ketertinggalan setelah mengalahkan Li Shi Feng. Momentum kemudian berlanjut melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang mengalahkan He Ji Ting/Liu Yi.

Kedudukan pun berubah menjadi 2-2 dan pertandingan harus ditentukan melalui partai kelima.

Zaki Ubaidillah Jadi Penentu

Partai terakhir mempertemukan Moh Zaki Ubaidillah dengan Weng Hongyang.

Tekanan begitu besar karena kemenangan dalam pertandingan tersebut akan menentukan emas Asian Games 2026.

Zaki sempat menghadapi situasi sulit pada gim pertama. Weng bahkan mencapai game point 20-16. Namun, Zaki mampu mengendalikan tekanan dan membalikkan keadaan hingga memenangkan gim pertama 23-21.

Pada gim kedua, permainan Zaki semakin percaya diri. Ia akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.

Kemenangan tersebut memastikan Indonesia menang 3-2 atas China sekaligus meraih medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.

Bagi Zaki, kemenangan ini semakin istimewa karena Asian Games 2026 merupakan debutnya. Seusai pertandingan, ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa gugup, tetapi berusaha bermain lebih tenang dan mengambil poin demi poin.

Zaki juga menyebut doa orang tua sebagai salah satu hal yang membuatnya lebih tenang dalam menghadapi pertandingan penentuan tersebut.

Sumber: detiksport