• June 27, 2026
  • Admin Official
  • 0

Bogor, 27 Juni 2026 – Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI) Provinsi DKI Jakarta secara resmi menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) III pada tanggal 27–28 Juni 2026 di kawasan Cipayung, Bogor. Forum organisasi lima tahunan ini menjadi momentum strategis dalam mengevaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang.

Pembukaan MUSDA III dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK), pengurus, serta tamu undangan dari berbagai unsur organisasi. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta diwakili oleh Bapak Evan Apito, S.H., sementara Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R. Abdullah, turut hadir bersama jajaran pengurus pusat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia MUSDA III menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat organisasi dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

Mengusung tema “Memperkuat Soliditas dan Penguatan Organisasi dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Pekerja di Provinsi DKI Jakarta”, MUSDA III diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang adaptif terhadap dinamika ketenagakerjaan, mulai dari digitalisasi industri, transisi energi, persoalan pengupahan, hingga praktik outsourcing yang masih menjadi perhatian dunia kerja.

Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa MUSDA III diikuti oleh 52 peserta yang berasal dari enam Pimpinan Unit Kerja (PUK) se-Provinsi DKI Jakarta. Agenda utama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, penyusunan program kerja lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi DKI Jakarta periode 2026–2031.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa organisasi saat ini menghadapi tantangan yang semakin berat, terutama dalam upaya memperluas keanggotaan. Menurutnya, berbagai perubahan kondisi ekonomi, dampak pandemi COVID-19, serta relokasi perusahaan ke luar wilayah DKI Jakarta menyebabkan ruang pengembangan organisasi menjadi semakin terbatas.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2017 PD FSP KEP SPSI DKI Jakarta memiliki sekitar 16 Pimpinan Unit Kerja (PUK). Namun, akibat berbagai dinamika tersebut, jumlah PUK aktif kini tinggal sekitar delapan PUK. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis karena dalam waktu dekat diproyeksikan akan ada penambahan anggota dan PUK baru hasil konsolidasi yang telah dilakukan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pemacu semangat seluruh pengurus dan anggota untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta melakukan rekrutmen anggota baru secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa perjuangan serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak normatif, perlindungan pekerja, dan kesejahteraan anggota harus terus dijalankan secara konsisten meskipun tantangan semakin kompleks.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi bahwa beberapa pimpinan organisasi, termasuk Presiden KSPSI dan Ketua DPD KSPSI Provinsi DKI Jakarta, berhalangan hadir karena menjalankan tugas organisasi. Ketua PD FSP KEP SPSI DKI Jakarta juga mengajak seluruh peserta mendoakan Ketua Umum PP FSP KEP SPSI beserta jajaran yang mendapat amanah untuk terlibat dalam Satuan Tugas Penanganan Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) di tingkat nasional agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya.

Musyawarah Daerah III diharapkan menjadi forum demokrasi organisasi yang mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, memperkuat soliditas internal, memperkokoh solidaritas antaranggota, serta melahirkan kepemimpinan baru yang visioner dan amanah. Dengan semangat kebersamaan, PD FSP KEP SPSI Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menjadi organisasi yang adaptif, progresif, dan konsisten dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan pekerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.