NGANJUK – Pengujung 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi gerakan buruh Indonesia. Setelah penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) berinisiasi membangun Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Kawasan itu merupakan tanah kelahiran Sang Pahlawan Buruh.

Peletakan batu pertama Museum Marsinah bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan simbol pengakuan negara terhadap martabat kelas pekerja. 

Menariknya, museum yang dibangun di samping rumah masa kecil sang aktivis ini berdiri tanpa sepeser pun dana APBN, melainkan murni dari keringat dan solidaritas ribuan buruh yang ingin mengabadikan pahlawan mereka dalam sebuah gedung edukasi dan sejarah.

Pembangunan Museum Marsinah bukan sekadar proyek konstruksi biasa. Terdapat beberapa fakta unik yang membuat bangunan ini memiliki nilai filosofis dan sosiologis yang sangat dalam:

1. Monumen “Gotong Royong” Tanpa APBN

Berbeda dengan pembangunan museum tokoh nasional lainnya yang biasanya didanai oleh negara, Museum Marsinah berdiri murni dari kekuatan solidaritas. Seluruh biaya pembangunan berasal dari iuran sukarela para buruh yang tergabung dalam serikat pekerja KSPSI serta donasi pribadi. Ini menjadikannya museum pertama di Indonesia yang dibangun secara kolektif oleh kelas pekerja untuk pahlawan mereka sendiri.

“Kami tegaskan pembangunan gedung museum ini tidak menggunakan APBN atau APBD. Ini murni dari Yayasan Pekerja SPSI, dari donasi pekerja buruh, iuran, dan beberapa donatur,” tegas Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

2. “Rumah Singgah” di Samping Rumah Masa Kecil

Museum ini tidak dibangun di pusat kota atau ibu kota, melainkan kembali ke akar. Lokasinya tepat berada di samping rumah masa kecil Marsinah di Desa Nglundo. Konsepnya pun unik, yakni menggabungkan fungsi museum dengan Rumah Singgah. Tempat ini dirancang agar para aktivis, buruh, maupun masyarakat umum bisa berkumpul, berdiskusi, dan menginap, sehingga semangat perjuangan Marsinah tetap terasa “hidup” dan merakyat.

3. Kurasi Koleksi: Dari Jam Tangan hingga Jejak Perjuangan

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah koleksi barang-barang pribadi milik Marsinah yang selama ini disimpan rapi oleh keluarganya. Mulai dari catatan harian, pakaian, hingga replika barang-barang yang menjadi saksi bisu perjuangannya di pabrik. Museum ini akan menggunakan teknologi digital untuk menampilkan arsip persidangan dan dokumentasi sejarah agar mudah dipahami oleh generasi Z dan Alpha.

4. Pusat Edukasi Pekerja 

Museum Marsinah tidak hanya dibangun sebagai monumen sejarah, melainkan juga sebagai pusat edukasi bagi pekerja dan masyarakat luas. 

 “Museum ini kami harapkan menjadi ruang pembelajaran dan refleksi tentang sejarah perjuangan buruh dalam menuntut keadilan dan kesejahteraan. Marsinah bukan hanya simbol perlawanan, tetapi juga sumber nilai-nilai perjuangan yang harus diwariskan kepada generasi pekerja berikutnya,” tegas Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

5. Target Peresmian pada “Hari Kemenangan Buruh”

Linimasa pembangunan museum ini diatur dengan sangat simbolis. Groundbreaking dilakukan di akhir tahun 2025, dan pembangunannya dikebut untuk selesai pada April 2026. Tujuannya adalah agar Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikannya tepat pada tanggal 2 Mei 2026, sehari setelah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), menjadikannya hadiah paling bersejarah bagi kaum buruh Indonesia.

6. Simbol Rekonsiliasi Sejarah

Kehadiran tokoh-tokoh tinggi negara, seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran pemerintah dalam proses pembangunannya, menandakan sebuah rekonsiliasi sejarah. Jika dahulu sosok Marsinah dianggap sebagai sosok “pemberontak” oleh rezim masa lalu, kini ia dirayakan sebagai Pahlawan Nasional oleh institusi negara yang dulu pernah bersimpangan jalan dengan gerakannya. Bahkan, Kapolri secara langsung melakukan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama di lokasi pembangunan, Desa Nglundo, Nganjuk pada 27 Desember 2025. (*)

Naskah: dari Berbagai Sumber

Foto: http://dppkspsi.com/