
Jakarta, 15 April 2026 – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dipastikan akan berlangsung besar dan meriah. Sekitar 200 ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia direncanakan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei mendatang.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi dan perayaan perjuangan kaum pekerja di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat solidaritas serta menyuarakan aspirasi buruh secara nasional.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
Dalam agenda tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir langsung di Monas dan memberikan pidato kepada massa buruh sekitar pukul 08.30 WIB.
Kehadiran Presiden di tengah-tengah buruh diharapkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendengar dan merespons aspirasi pekerja.
Agenda Lanjutan: Peresmian Museum Marsinah
Usai menghadiri peringatan May Day di Jakarta, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan agenda ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan Museum Marsinah sebuah simbol perjuangan buruh Indonesia.
Peresmian ini akan dihadiri oleh sekitar 115 konfederasi dan federasi buruh dari seluruh Indonesia, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan kelas pekerja.
Isu Kesejahteraan Jadi Sorotan
Selain peringatan May Day, pemerintah juga disebut tengah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis terkait peningkatan kesejahteraan buruh. Pengumuman tersebut direncanakan akan disampaikan langsung oleh Presiden dalam waktu dekat.
Di sisi lain, berbagai upaya penyelesaian kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) juga mendapat perhatian, termasuk melalui sinergi antara pemerintah dan aparat terkait.
Momentum Persatuan dan Perjuangan
Peringatan May Day 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan antara buruh, serikat pekerja, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan jumlah massa yang besar dan dukungan berbagai elemen, May Day tahun ini diyakini akan menjadi salah satu peringatan terbesar dalam sejarah gerakan buruh Indonesia.















































































































































































































































































































































































































