• May 12, 2026
  • Admin Official
  • 0

JAKARTA – Presiden Andi Gani Nena Wea menegaskan komitmennya untuk memimpin langsung perjuangan melawan dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 130 pekerja PT Multistrada Arah Sarana pada 20 Mei 2026 mendatang. Langkah ini menjadi bentuk nyata solidaritas dan keberpihakan organisasi terhadap hak-hak pekerja yang dinilai terancam oleh kebijakan perusahaan.

Dalam pernyataannya, Bung Andi Gani menyerukan kepada seluruh elemen serikat pekerja untuk mempersiapkan kekuatan terbaik dalam mengawal perjuangan tersebut. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya soal mempertahankan pekerjaan, tetapi juga menyangkut martabat, keadilan, dan penghormatan terhadap hak normatif pekerja.

“Persiapkan pasukan terbaik kawan-kawan. Kita akan berjuang sehormat-hormatnya dan sekuat-kuatnya demi hak dan keadilan bagi pekerja,” tegasnya.

Aksi perjuangan yang akan digelar pada 20 Mei 2026 diperkirakan melibatkan konsolidasi besar dari berbagai unsur KSPSI dan federasi afiliasi. Solidaritas antarpekerja dinilai menjadi kunci utama untuk menolak praktik PHK sepihak yang dinilai merugikan pekerja dan keluarganya.

Kasus PHK terhadap 130 pekerja PT Multistrada Arah Sarana menjadi perhatian serius gerakan buruh. Serikat pekerja menilai penyelesaian persoalan ketenagakerjaan harus mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku, bukan keputusan sepihak yang mengabaikan rasa keadilan.

Selain sebagai bentuk pembelaan terhadap anggota, perjuangan ini juga disebut sebagai pesan kuat bahwa gerakan buruh akan terus berdiri di garis depan dalam melawan segala bentuk ketidakadilan di tempat kerja. KSPSI menegaskan bahwa perjuangan pekerja adalah perjuangan kemanusiaan yang harus dikawal bersama.

Momentum aksi 20 Mei 2026 diharapkan menjadi simbol persatuan dan kekuatan buruh dalam memperjuangkan hak-haknya secara bermartabat, damai, dan konstitusional.