• January 1, 2026
  • admin user
  • 0

SIMALUNGUN — Tak ada sekat agama, tak ada perbedaan keyakinan. Yang ada hanyalah kebersamaan. Suasana hangat itu terasa di Kantor PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun saat serikat pekerja tersebut berbagi sembako dan uang tunai kepada seluruh anggotanya menjelang pergantian tahun.

Di antara senyum dan sapaan akrab, bantuan dibagikan kepada anggota yang merayakan Natal maupun mereka yang beragama Islam. Bagi PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun, momen akhir tahun ini menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa persaudaraan dalam serikat pekerja dibangun di atas rasa saling menghargai, bukan perbedaan.

Ketua PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun, Arif Namora Sitanggang, menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan yang terus dijaga di tubuh organisasi.

“Kami ingin semua anggota merasakan perhatian yang sama. Serikat ini milik bersama, tanpa melihat perbedaan agama,” tuturnya.

Kegiatan berbagi itu tidak hanya bermakna secara materi. Lebih dari itu, pertemuan sederhana tersebut menjadi ruang silaturahmi, tempat anggota saling menyapa dan menguatkan satu sama lain di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Kepedulian PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun tak berhenti di lingkup internal. Usai kegiatan bersama anggota, rombongan melanjutkan langkah ke Yayasan Sinar Harapan Kasih Bapa, sebuah tempat pembinaan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Pematangsiantar.

Di yayasan tersebut, bantuan berupa beras, mi instan, air mineral, serta uang tunai diserahkan sebagai bentuk perhatian kepada para warga binaan dan pengelola. Suasana haru menyertai penyerahan bantuan, menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari serikat pekerja.

“ODGJ juga saudara kita. Mereka membutuhkan perhatian dan dukungan,” kata Arif singkat, namun penuh makna.

Pihak Yayasan Sinar Harapan Kasih Bapa menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap semangat berbagi dan toleransi seperti ini dapat terus hidup dan menular ke berbagai lapisan masyarakat.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai wadah perjuangan pekerja, tetapi juga sebagai ruang kemanusiaan—tempat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian dirawat tanpa sekat. (*)