• February 21, 2026
  • PP SPKEP SPSI
  • 0

Bekasi – Perwakilan Pengurus PUK, PC SPA bersama jajaran DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi menggelar syukuran sederhana dalam rangka memperingati HUT ke-53 SPSI, Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu berlangsung di Aula DPC SPSI Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi.

Sekitar 50 orang perwakilan PC SPA di bawah naungan DPC KSPSI Bekasi hadir dalam acara tersebut. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum silaturahmi serta refleksi perjalanan panjang organisasi serikat pekerja di Indonesia.

Ketua Panitia HUT ke-53 SPSI tingkat DPC KSPSI Bekasi, Rohmat Rantolo, mengatakan puncak peringatan akan digelar usai Idulfitri, tepatnya pada 4 April 2026.

“Rapat kedua panitia sudah berjalan. Rencananya kami akan menghadirkan dai kondang Bekasi, Ustaz Tile, serta menggelar santunan anak yatim dan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur,” ujar Rohmat.

Sementara itu, Ketua DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, R. Abdullah, mengungkapkan rasa syukurnya karena momentum HUT ke-53 SPSI tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa 20 Februari juga diperingati sebagai Hari Pekerja Indonesia berdasarkan Keppres Nomor 9 Tahun 1998, yang lahir dari perjuangan SPSI. Menurutnya, peringatan tersebut harus dimaknai sebagai ajang refleksi dan evaluasi organisasi.

“Ada empat hal yang harus kita maknai: refleksi dan evaluasi, apresiasi, pembaruan, serta membangun citra organisasi,” katanya.

Abdullah juga menegaskan pentingnya peningkatan jumlah keanggotaan agar posisi tawar serikat pekerja tetap kuat di hadapan perusahaan.

“Kita tidak ingin SPSI menjadi serikat pekerja gurem. Dengan keanggotaan yang besar, posisi tawar kita akan semakin diperhitungkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Guntoro yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi membuka sesi diskusi santai usai sambutan Ketua DPC. Diskusi membahas isu pengupahan, mulai dari dasar sistem pengupahan hingga potensi perubahan kebijakan jika terjadi revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Selain itu, kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait upah sektoral turut menjadi sorotan. Para peserta menilai regulasi tersebut masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesejahteraan pekerja di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi.

Acara yang berlangsung hingga sore hari juga diisi dengan kajian agama. Dalam tausiyahnya, penceramah menyampaikan pesan bahwa perubahan nasib suatu kaum bergantung pada upaya mereka sendiri untuk berubah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan. Momentum syukuran ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertegas komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan. (spsibekasi)