• September 6, 2026
  • Admin Official
  • 0

BEKASI — Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT Kreasi Dasatama menggelar Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IV pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Waroeng Gecok, Bekasi, tersebut mengusung tema “Benteng Terakhir Pertahanan Kaum Pekerja Adalah Solidaritas: Mewujudkan PUK SP KEP SPSI PT Kreasi Dasatama yang Semakin Solid, Profesional, Demokratis, dan Menjadi Benteng Utama Perlindungan serta Perjuangan Hak-Hak Pekerja.”

MUSNIK IV menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran PUK untuk melakukan evaluasi organisasi, memperkuat konsolidasi, serta merumuskan arah perjuangan dan program kerja organisasi ke depan. Hingga berita ini ditulis, rangkaian MUSNIK IV masih berlangsung.

Agenda pembukaan diawali dengan laporan Ketua Panitia MUSNIK IV, Dede M. Yusuf. Dalam laporannya, Dede menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MUSNIK melibatkan seluruh unsur organisasi. Dede juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.

“Panitia telah berusaha memberikan yang terbaik untuk menyukseskan MUSNIK IV ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” ujarnya.

Pengurus Didorong Memperkuat Pengetahuan dan Komunikasi

Ketua PUK SP KEP SPSI PT Kreasi Dasatama, Tasripin, dalam sambutannya mengawali dengan memanjatkan puji syukur serta selawat dan salam. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian MUSNIK IV dengan tertib dan khidmat.

Tasripin juga berharap musyawarah tersebut mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang sesuai dengan kebutuhan serta harapan anggota.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Kreasi Dasatama, Saripin, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus, dan seluruh anggota serikat pekerja yang telah berpartisipasi dalam MUSNIK IV.

Dengan pengalaman sebelumnya dalam kepengurusan serikat pekerja, Saripin memahami bahwa mengelola organisasi di tingkat unit kerja bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi, pengetahuan, serta kesiapan mental bagi pengurus dan anggota.

“Kuncinya adalah komunikasi yang baik. Selamat atas penyelenggaraan MUSNIK IV PUK PT Kreasi Dasatama. Serikat pekerja hadir untuk mengontrol peraturan yang ada. Karena itu, perkuat diri dengan pengetahuan agar mampu memenangkan meja perundingan. Mental pengurus dan anggota harus kuat, kalau tidak, bisa mental,” pesan Saripin.

Selain penguatan organisasi, Saripin mendorong serikat pekerja untuk mulai memperkuat pilar ekonomi organisasi melalui pendirian koperasi. Ia juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan anggota agar memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Bangun Hubungan Industrial yang Harmonis dan Berkeadilan

Ketua Pimpinan Daerah (PD) FSP KEP SPSI Jawa Barat, Agus Koswara, menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan.

Menurutnya, PUK dan HRD perlu terus membangun sinergi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Agus juga menyoroti tema MUSNIK IV yang menempatkan solidaritas sebagai benteng pertahanan kaum pekerja. Menurutnya, solidaritas merupakan modal penting bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja.

“Jaga api solidaritas. Karena solidaritas inilah yang akan menjadi kekuatan kita untuk memastikan masa depan pekerja yang lebih baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan kabar membanggakan mengenai salah satu kader perempuan dari PUK SP KEP SPSI PT Kreasi Dasatama yang saat ini tengah dipersiapkan melalui jejaring serikat pekerja global IndustriALL untuk dikembangkan menjadi pemimpin yang memiliki kapasitas dan perspektif internasional.

Hal tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa penguatan organisasi tidak hanya berbicara mengenai jumlah anggota, tetapi juga menyangkut regenerasi kepemimpinan, peningkatan kapasitas kader, serta keterlibatan perempuan dalam gerakan serikat pekerja.

Musyawarah Mufakat Tetap Menjadi Jalan Utama

Apresiasi terhadap hubungan industrial yang terbangun di PT Kreasi Dasatama juga disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) FSP KEP SPSI Kabupaten-Kota Bekasi, M.Y., S.H., M.H.

Dalam arahannya, M.Y. mengapresiasi iklim kerja sama yang terbangun secara positif antara serikat pekerja dan pihak manajemen. Ia menegaskan bahwa tradisi perjuangan SP KEP SPSI senantiasa mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Semua persoalan bisa dikomunikasikan dan dirundingkan di meja perundingan, baik sehari, dua hari, sebulan, hingga dua bulan. Namun, jika ada pihak yang sudah kelewatan batas, jalan aksi unjuk rasa tetap menjadi opsi perjuangan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perjuangan serikat pekerja juga harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas perusahaan.

“Prinsip kita jelas: produktivitas tinggi berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan pekerja,” lanjutnya.

MUSNIK Masih Berlangsung

Rangkaian MUSNIK IV PUK SP KEP SPSI PT Kreasi Dasatama hingga sore ini masih berlangsung. Setelah seremoni pembukaan, peserta melanjutkan agenda musyawarah yang menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi untuk periode kepengurusan berikutnya.

MUSNIK diharapkan tidak sekadar menjadi forum pergantian atau pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota, serta menyusun program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan pekerja.

Dengan semangat solidaritas yang menjadi tema utama, PUK SP KEP SPSI PT Kreasi Dasatama diharapkan mampu terus menjadi benteng perlindungan, perjuangan, dan peningkatan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh rangkaian MUSNIK IV masih berjalan dan keputusan akhir hasil musyawarah belum ditetapkan.

Kontibutor: Heri Gonzalez