• May 19, 2026
  • Admin Official
  • 0

Oleh : Imam Iskandar

Di zaman ketika banyak orang ingin serba cepat, serba instan, dan serba viral, perjuangan kaum pekerja justru mengajarkan sesuatu yang berbeda : kesabaran, konsistensi, dan keteguhan hati.

Saya merasa beruntung bisa banyak belajar dari seorang senior yang sudah lebih dari 50 tahun mengabdikan hidupnya di jalan perjuangan serikat pekerja, yaitu Pak Chandra Mahlan. Bagi saya, beliau bukan hanya aktivis senior, tetapi juga “suhu” yang mengajarkan bahwa perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, melainkan juga membutuhkan ketahanan moral dan keberanian menjaga idealisme.

Lima puluh tahun bukan waktu yang pendek. Itu adalah perjalanan panjang melewati berbagai rezim, perubahan zaman, tekanan terhadap gerakan buruh, hingga dinamika internal organisasi yang tidak selalu mudah. Namun, dari semua itu, saya melihat satu hal yang tetap hidup dalam diri beliau: keyakinan bahwa serikat pekerja harus tetap menjadi alat perjuangan kaum buruh, bukan sekadar simbol organisasi.

Dari beliau saya belajar bahwa aktivis serikat pekerja tidak boleh hanya hadir ketika panggung sedang ramai. Aktivis sejati justru tetap bertahan ketika situasi sulit, ketika solidaritas mulai melemah, dan ketika banyak orang memilih diam demi kenyamanan pribadi.

Pak Chandra Mahlan juga mengingatkan bahwa perjuangan buruh bukan sekadar bicara soal upah. Lebih dari itu, perjuangan serikat pekerja adalah perjuangan tentang martabat manusia. Tentang bagaimana pekerja diperlakukan dengan adil, dihormati hak-haknya, dan diberikan ruang untuk hidup layak.

Di tengah derasnya pragmatisme organisasi hari ini, sosok-sosok seperti beliau menjadi penting. Sebab generasi muda gerakan buruh membutuhkan teladan, bukan hanya pidato. Membutuhkan pengalaman, bukan hanya teori. Dan yang paling penting: membutuhkan keberanian untuk tetap berdiri di pihak pekerja, sekalipun harus menghadapi tekanan.

Saya percaya organisasi yang kuat lahir dari proses kaderisasi yang sehat. Dan kaderisasi terbaik sering kali lahir dari keteladanan para senior yang tetap rendah hati untuk berbagi pengalaman perjuangan.

Hormat para senior bukan karena usia mereka semata, tetapi karena mereka telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk menjaga agar api perjuangan tetap menyala.

Terima kasih, Pak Chandra Mahlan.

Tetap sehat dan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus gerakan buruh Indonesia.

✊ Solidarity Forever.