• April 29, 2026
  • PP SPKEP SPSI
  • 0

Banyak pelajar hari ini dibentuk untuk siap bekerja, tetapi tidak semuanya disiapkan untuk memahami dunia kerja itu sendiri. Kita diajarkan bagaimana menjadi karyawan yang baik, disiplin, patuh, produktif, namun jarang diajarkan bagaimana melindungi diri ketika hak-hak kita diabaikan. Di sinilah letak persoalan mendasar: ketidaktahuan.

Dunia kerja bukan hanya tentang mencari nafkah, tetapi juga tentang relasi kuasa antara pekerja dan perusahaan. Tanpa pemahaman yang cukup, seorang lulusan baru bisa dengan mudah terjebak dalam sistem yang tidak adil upah yang tidak layak, jam kerja berlebihan, hingga minimnya perlindungan keselamatan kerja. Ironisnya, kondisi ini sering dianggap “wajar” hanya karena sejak awal tidak pernah ada edukasi yang membangun kesadaran kritis.

Padahal, kesadaran itu bisa dibangun sejak bangku sekolah.

Upaya edukasi yang dilakukan oleh Komite Pekerja Muda (KPM) PP FSP KEP SPSI melalui program ke sekolah menjadi bukti bahwa memperkenalkan serikat pekerja bukanlah doktrin, melainkan kebutuhan nyata. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak generasi muda yang belum memahami hak-hak pekerja, peran serikat, hingga pentingnya keselamatan kerja. Ini bukan sekadar kekurangan informasi; ini adalah celah yang bisa berujung pada kerugian nyata ketika mereka mulai bekerja.

Serikat pekerja sering kali dipandang sebelah mata, bahkan dicurigai. Padahal, serikat pekerja adalah alat kolektif untuk memastikan bahwa pekerja tidak berdiri sendiri. Ia adalah ruang solidaritas, tempat di mana suara individu menjadi kekuatan bersama. Tanpa serikat, pekerja cenderung berada dalam posisi lemah bernegosiasi sendiri melawan sistem yang jauh lebih besar.

Maka, mengenalkan serikat pekerja kepada pelajar bukan berarti mengajak mereka “melawan”, tetapi mengajak mereka memahami. Memahami bahwa mereka memiliki hak. Memahami bahwa ada mekanisme untuk memperjuangkan keadilan. Dan yang paling penting, memahami bahwa diam bukanlah satu-satunya pilihan.

Jika sejak awal pelajar sudah dibekali kesadaran ini, maka ketika mereka masuk dunia kerja, mereka tidak hanya siap bekerja tetapi juga siap berpikir, bersikap, dan bertindak.

Kesadaran tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dibentuk. Dan sekolah adalah tempat terbaik untuk memulainya.

Pertanyaannya bukan lagi perlu atau tidak, tetapi mau mulai dari sekarang, atau terus membiarkan generasi baru masuk ke dunia kerja tanpa perlindungan?