• October 30, 2026
  • Admin Official
  • 0

PALEMBANG, SPKEP-SPSI.ORG – Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan konsolidasi organisasi sektor pertambangan di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 35 peserta yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Daerah (PD), Pimpinan Cabang (PC), serta Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSP KEP SPSI sektor pertambangan di wilayah Sumatera Selatan.

Konsolidasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat solidaritas, mengevaluasi kondisi keanggotaan, serta merumuskan langkah organisasi dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan, persaingan antarserikat pekerja, dan perubahan struktur industri pertambangan akibat kebijakan transisi energi.

Abdullah Anang: Penguatan Keanggotaan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kegiatan konsolidasi secara resmi dibuka oleh Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Sumatera Selatan, Abdullah Anang.

Dalam sambutannya, Abdullah Anang menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi gerakan serikat pekerja, khususnya terkait kondisi keanggotaan FSP KEP SPSI di Sumatera Selatan yang mengalami penurunan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat organisasi, mulai dari tingkat pimpinan daerah, cabang, hingga unit kerja.

Ia menekankan pentingnya membangun kembali semangat perjuangan kolektif melalui penguatan konsolidasi internal, peningkatan komunikasi antarperangkat organisasi, serta pelaksanaan program perekrutan anggota secara berkelanjutan.

Abdullah Anang juga mengharapkan adanya kerja sama yang lebih solid dari seluruh jajaran organisasi untuk menjalankan kegiatan organizing, baik melalui penguatan keanggotaan yang sudah ada maupun pembentukan basis-basis organisasi baru di lingkungan perusahaan.

Upaya tersebut dinilai penting agar FSP KEP SPSI tetap memiliki kekuatan representasi yang memadai dalam memperjuangkan hak, kepentingan, dan kesejahteraan pekerja di Sumatera Selatan.

Sulistiyono: Serikat Pekerja Harus Adaptif Menghadapi Perubahan Hubungan Industrial

Hadir mewakili Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Sulistiyono, S.H., selaku Sekretaris, yang memberikan materi mengenai perkembangan ketenagakerjaan nasional, tantangan hubungan industrial, serta masa depan sektor pertambangan di tengah perubahan kebijakan energi.

Dalam pemaparannya, Sulistiyono membahas kondisi ketenagakerjaan setelah pengesahan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan serta berbagai tantangan yang berpotensi muncul dalam implementasinya.

Perubahan regulasi ketenagakerjaan menjadi salah satu isu penting yang perlu dipahami oleh seluruh pengurus serikat pekerja agar mampu menjalankan fungsi advokasi, perlindungan, dan pendampingan anggota secara efektif.

Selain persoalan regulasi, Sulistiyono turut mengangkat dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks, termasuk persaingan antarserikat pekerja atau serikat buruh dalam memperkuat basis keanggotaan dan representasi pekerja di perusahaan.

Kondisi tersebut menuntut organisasi serikat pekerja untuk terus meningkatkan kapasitas pengurus, memperkuat pelayanan kepada anggota, serta membangun strategi pengorganisasian yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Serikat pekerja tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan historis organisasi, tetapi juga perlu menunjukkan manfaat nyata kehadirannya bagi pekerja melalui perjuangan hak normatif, peningkatan kesejahteraan, pendidikan organisasi, dan penguatan hubungan industrial yang berkeadilan.

Transisi Energi Batubara ke Energi Hijau Jadi Tantangan Besar Pekerja Pertambangan

Salah satu pembahasan penting dalam konsolidasi tersebut adalah kebijakan Just Transition atau transisi berkeadilan, khususnya terkait peralihan penggunaan energi fosil menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki aktivitas industri pertambangan batubara. Karena itu, arah kebijakan transisi energi nasional berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap keberlangsungan industri, kesempatan kerja, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertambangan.

Dalam konteks tersebut, Sulistiyono mengangkat berbagai tantangan yang perlu diantisipasi oleh serikat pekerja dan pekerja sektor pertambangan.

Perubahan menuju ekonomi rendah karbon tidak hanya berkaitan dengan pengurangan penggunaan energi fosil, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pekerjaan, perlindungan pendapatan, pengembangan keterampilan baru, serta jaminan sosial bagi pekerja yang terdampak perubahan industri.

Oleh karena itu, keterlibatan serikat pekerja dalam proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan transisi energi menjadi sangat penting.

Transisi energi harus dilaksanakan secara berkeadilan, dengan memastikan bahwa pekerja tidak menjadi pihak yang menanggung beban terbesar dari perubahan kebijakan industri.

Prinsip transisi berkeadilan menempatkan pekerja sebagai bagian penting dalam proses perubahan, bukan sekadar kelompok yang menerima dampak kebijakan.

Hal ini membutuhkan dialog sosial yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk memastikan tersedianya perlindungan ketenagakerjaan, peningkatan kompetensi, serta alternatif pekerjaan yang layak bagi pekerja yang terdampak.

Penguatan Organisasi Menjadi Kunci Menghadapi Masa Depan Industri

Konsolidasi FSP KEP SPSI Sumatera Selatan juga menegaskan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat.

Di tengah tantangan penurunan keanggotaan, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, persaingan antarorganisasi pekerja, serta transformasi industri menuju energi hijau, serikat pekerja dituntut untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas perjuangan.

Pengorganisasian pekerja atau organizing menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus memperluas jangkauan perlindungan terhadap pekerja.

Melalui konsolidasi yang melibatkan seluruh tingkatan kepengurusan, FSP KEP SPSI diharapkan mampu membangun kesamaan pandangan, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan solidaritas dalam menghadapi tantangan hubungan industrial.

Selain itu, penguatan pendidikan dan pemahaman mengenai perubahan kebijakan ketenagakerjaan serta transisi energi menjadi kebutuhan penting bagi pengurus dan anggota, khususnya di sektor pertambangan.

Meneguhkan Solidaritas dan Perjuangan Pekerja Sumatera Selatan

Kegiatan konsolidasi yang berlangsung di Palembang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran FSP KEP SPSI sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus merespons perubahan ekonomi dan industri.

Melalui penguatan struktur organisasi, peningkatan keanggotaan, serta kesiapan menghadapi transformasi sektor energi, FSP KEP SPSI Sumatera Selatan diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsi perlindungan, pembelaan, dan peningkatan kesejahteraan anggota.

Sebab kekuatan serikat pekerja tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh solidaritas, kapasitas organisasi, dan kemampuannya memperjuangkan masa depan pekerjaan yang layak, adil, serta berkelanjutan.

Konsolidasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan dunia industri harus dihadapi dengan organisasi yang kuat, pengurus yang kompeten, dan gerakan pekerja yang bersatu.

Solidaritas, Pengorganisasian, dan Perjuangan untuk Kesejahteraan Pekerja!

Redaksi KEPTV