
Halteng — Di nusantara, kini berkembang dari amal tradisional (karitatif) menuju pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Di ufuk timur Indonesia provinsi Maluku Utara, Halmahera Tengah dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan alam yang berlimpah hingga memiliki keunikan tersendiri. Dari tanah hingga leluhur memberikan kewajiban besar kepada masyarakat yang berada di Halmahera Tengah agar menjaga serta merawatnya hingga anak cucu nanti.
Pada hari Rabu, 08 April 2026 kami dari pengurus SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) di Halmahera Tengah. Meringankan langkah kaki dan aluran tangan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Terutama kepada yang terkena konflik pertikaian di antara desa Sibenpopo dan desa Banemo di kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah.

Giat Volunteering (sukarelawan) yang dilakukan saat ini bagian dari program SPSI. Dimana giat tersebut juga termuat dalam misi SPSI pada pasal 13 poin 6 yakni ”melaksanakan kegiatan sosial bagi pekerja dan masyarakat Indonesia”.
Volunteer SPSI Halmahera Tengah juga turut serta pemberian sumbangan berupa sembako kepada para korban di desa sibenpopo dan penyerahan uang duka kepada keluarga korban di desa Banemo.
Saat ini di kedua desa sudah terlihat cukup kondusif. Suasana di Desa Sibenpopo banyak yang berdatangan untuk menyalurkan bantuan. Terdapat beberapa posko yang dibangunkan untuk penyediaan tempat atau sembako. Seperti posko BNPB (sebagai pos logistik bantuan), posko keamanan TNI dan Polri, posko kesehatan, serta posko dapur umum.

Harapan kami setelah insiden ini agar kedua desa selalu hidup rukun, aman dan damai sesuai dengan slogan Kabupaten Halmahera Tengah yang dikenal dengan Fagogoru.










































































































































































































