SUBANG – Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP KEP SPSI PT Evoluzione Tyres menggelar Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) II pada Rabu, 29 Juli 2026, di Resto Alam Sari, Kabupaten Subang, sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat perusahaan untuk mengevaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, serta memilih ketua PUK periode berikutnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat, Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang FSP KEP SPSI, DPC KSPSI AGN Kabupaten Subang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, BPJS Ketenagakerjaan, manajemen PT Evoluzione Tyres, serta para pengurus dan anggota PUK SP KEP SPSI PT Evoluzione Tyres.
MUSNIK II diselenggarakan sebagai bentuk pelaksanaan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi sekaligus menjadi momentum konsolidasi, regenerasi kepemimpinan, dan penyusunan arah perjuangan organisasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan anggota serta memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars SPSI, Mars SP KEP SPSI, pembacaan Panca Prasetya SP KEP SPSI, laporan Ketua Panitia, sambutan para tamu undangan, hingga pembukaan resmi MUSNIK II oleh Sekretaris Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Sulistyono, S.H.
Ketua Panitia MUSNIK II, Sopian Kristianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, MUSNIK merupakan forum strategis untuk merumuskan program kerja yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja.
Sementara itu, Ketua PUK SP KEP SPSI PT Evoluzione Tyres periode 2022–2026, Sukir, S.Kom., menegaskan bahwa kepengurusan selama ini berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan pekerja melalui hubungan industrial yang harmonis dengan tetap memperhatikan keberlangsungan perusahaan. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan semangat perjuangan tersebut secara berkeadilan dan berkelanjutan.
Direktur PT Evoluzione Tyres, Sigit Wibisono, mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin antara perusahaan dan serikat pekerja. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan (win-win solution) sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan dan produktivitas perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten Subang, Tata Taryono, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia agar PUK mampu menjadi mitra strategis perusahaan dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan produktif. Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal DPC KSPSI AGN Kabupaten Subang, Hosken Ginting, menyebut MUSNIK II sebagai energi baru bagi perjuangan buruh di Kabupaten Subang.
Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Mugi Hartoyo, S.P., mengapresiasi tema MUSNIK II dan mendorong optimalisasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit sebagai sarana komunikasi antara pekerja dan perusahaan guna meningkatkan produktivitas serta meminimalkan potensi perselisihan hubungan industrial.
Wakil Ketua I PD FSP KEP SPSI Jawa Barat, Ira Laila Budiman, S.E., M.M., menilai pelaksanaan MUSNIK II menunjukkan komitmen organisasi dalam menjalankan mekanisme sesuai AD/ART. Ia juga mengapresiasi berbagai program inovatif yang telah dijalankan PUK, termasuk Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3), sebagai bentuk nyata kontribusi serikat pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif.
Mewakili Ketua Umum FSP KEP SPSI, Sekretaris Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Sulistyono, S.H., menjelaskan bahwa MUSNIK memiliki tiga agenda utama, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan program kerja, dan pemilihan Ketua PUK yang baru sesuai AD/ART organisasi. Ia juga mengapresiasi PUK SP KEP SPSI PT Evoluzione Tyres yang dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Subang sebelum secara resmi membuka MUSNIK II.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan persidangan organisasi yang membahas tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan program kerja, penyampaian pandangan peserta, hingga pemilihan Ketua PUK periode berikutnya. Melalui MUSNIK II, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, serta membangun hubungan industrial yang semakin harmonis, strategis, konstruktif, dan berkelanjutan.














































































































































































































