Cilegon, Banten – Suasana penuh semangat dan optimisme mewarnai Ballroom Aston Boutique Hotel Cilegon, Selasa (13/1/2026), saat Pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PUK SP KEP SPSI) PT Nippon Shokubai Indonesia (NSI) periode 2026–2029 resmi dilantik. Momentum ini menandai dimulainya babak baru penguatan hubungan industrial yang harmonis, sinergis, dan berkeadilan antara pekerja dan manajemen.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Ketua PUK SP KEP SPSI PT NSI terpilih, Pratikno, beserta jajaran pengurus baru, Presiden Direktur PT NSI Hirobumi Mihono, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kota Cilegon Faruk, Ketua Pimpinan Cabang FSP SP KEP SPSI Imam Baihaqi, Sekretaris Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Provinsi Banten Imam Iskandar, serta perwakilan Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI Sulistiyono. Turut hadir jajaran manajemen NSI, pengurus demisioner, komisaris, perwakilan PUK sekitar, serta para tamu undangan.
Selain prosesi pelantikan, acara diisi dengan sambutan dari berbagai pihak yang menegaskan pentingnya kolaborasi, komunikasi terbuka, dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta menjaga keberlanjutan perusahaan.

Ketua PUK SP KEP SPSI PT NSI, Pratikno, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen menjadikan PUK SP KEP SPSI sebagai organisasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

“Kami meyakini serikat pekerja dan manajemen adalah mitra strategis, bukan lawan. Kunci hubungan industrial yang sehat adalah komunikasi terbuka, saling memahami, dan dialog yang konstruktif,” ujarnya.
Menyikapi tantangan ekonomi global, Pratikno menyampaikan optimisme terhadap peluang dari berbagai proyek baru yang dapat menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Serikat pekerja, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan produktivitas dengan tetap menyeimbangkan hak dan kewajiban.
“Kemajuan perusahaan akan tercapai ketika kinerja bisnis dan kesejahteraan pekerja tumbuh bersama secara adil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Presiden Direktur PT NSI, Hirobumi Mihono, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi seluruh karyawan. Berbekal pengalamannya sebagai mantan ketua serikat pekerja di Jepang, ia memahami betul arti penting kolaborasi yang kuat antara pekerja dan manajemen. Menurutnya, serikat pekerja memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi dan mitra dialog dalam menyatukan beragam pandangan di lingkungan kerja.

Mengibaratkan perusahaan sebagai sebuah perahu, Mihono menegaskan bahwa manajemen bertugas menentukan arah, sementara pekerja mengayuh agar perahu terus melaju.
“Saat angin dan ombak tenang, mari kita nikmati perjalanan bersama. Namun ketika tantangan datang, kita harus saling mendukung agar mampu bertahan dan melampauinya,” tuturnya.

Perwakilan Disnaker Kota Cilegon, Faruk, menyampaikan apresiasi atas pendekatan persuasif SPSI dalam membangun hubungan industrial yang kondusif. Ia menilai stabilitas hubungan kerja di NSI tercermin dari minimnya konflik industrial dalam beberapa tahun terakhir. Meski menyoroti ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan di Tiongkok yang berdampak pada industri petrokimia, ia tetap optimistis terhadap prospek NSI, khususnya dengan rencana ekspansi pabrik SAP (Super Absorbent Polymers).

Ketua Pimpinan Cabang FSP SP KEP SPSI, Imam Baihaqi, berharap sinergi dan hubungan industrial yang harmonis antara serikat pekerja dan manajemen terus terjaga. Ia mengakui tantangan global seperti konflik geopolitik dan pandemi, namun menekankan bahwa semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang.

Dari tingkat daerah, Imam Iskandar mengapresiasi dukungan manajemen NSI terhadap penguatan organisasi serikat pekerja, termasuk bantuan fasilitas untuk kegiatan pelatihan. Ia berharap kepengurusan baru dapat terus bersinergi demi kemajuan perusahaan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Sulistiyono, yang mewakili Ketua Umum R. Abdullah, menegaskan bahwa PT Nippon Shokubai Indonesia telah menjadi contoh perusahaan multinasional dengan praktik hubungan industrial yang harmonis dan menyejahterakan. Ia berharap NSI terus menempatkan PUK SP KEP SPSI sebagai mitra sejajar dalam membangun iklim kerja yang adil dan produktif.
Pesan utama dari pimpinan pusat menekankan pentingnya soliditas dan solidaritas, baik secara internal maupun eksternal, untuk memperkuat gerakan kolektif serikat pekerja di Kota Cilegon. Selain itu, ditekankan pula peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembentukan komite perempuan guna mengakomodasi aspirasi pekerja perempuan.

Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya masa kepengurusan PUK SP KEP SPSI PT Nippon Shokubai Indonesia periode 2026–2029 dengan harapan besar terwujudnya hubungan industrial yang semakin harmonis, dinamis, dan berkeadilan, demi kemajuan perusahaan serta kesejahteraan seluruh pekerja. (3zah)