• March 18, 2026
  • PP SPKEP SPSI
  • 0


Pematangsiantar, 17 Maret 2026 – Pimpinan Cabang FSP KEP SPSI Kota Pematangsiantar – Kabupaten Simalungun menggelar kegiatan Dialog Seminar Ramadhan Sisi Buruh Sejahtera dengan tema Upaya Perlindungan dan Meningkatkan Kesejahteraan Buruh Siantar–Simalungun.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, Kepolisian, BNN, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Ketenagakerjaan, perusahaan, serta serikat pekerja.

Seminar menghadirkan narasumber Daulat Sihombing, Rio Affandi Siregar selaku Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Sumatera Utara, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Polres Pematangsiantar, Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Simalungun, serta BNN Kota Pematangsiantar dan BNN Kabupaten Simalungun.

Dalam seminar dibahas pentingnya perlindungan pekerja, kepatuhan perusahaan terhadap peraturan ketenagakerjaan, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.

Perwakilan BNN menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berdampak langsung terhadap keselamatan kerja, menurunkan produktivitas, serta merugikan perusahaan dan keluarga pekerja. Oleh karena itu diperlukan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja dalam melakukan pencegahan sejak dini.

Sementara itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, yang meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam dialog juga disampaikan bahwa pengawasan ketenagakerjaan perlu diperkuat agar hak-hak pekerja terlindungi dan perusahaan menjalankan kewajibannya sesuai aturan.

Melalui kegiatan ini, peserta seminar mendorong peningkatan sosialisasi hukum ketenagakerjaan, penguatan pengawasan perusahaan, kerja sama dengan BNN dalam pencegahan narkoba, serta perlindungan maksimal terhadap pekerja.

Kegiatan tersebut juga diadakan pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan dan berbuka puasa bersama.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan sesi diskusi yang aktif antara narasumber dan peserta, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat, aman, dan sejahtera. (rio)