BRATISLAVA, SLOVAKIA, 21 Oktober 2026 — Konferensi internasional penutup proyek Battery Trade Union Power (#BatteryTUPower) yang diselenggarakan bersama IndustriALL Global Union di Bratislava, Slovakia, menegaskan pentingnya memperkuat organisasi serikat pekerja, perundingan bersama, serta solidaritas internasional dalam menghadapi perkembangan industri baterai global.
Konferensi tersebut mempertemukan para aktivis dan perwakilan serikat pekerja dari berbagai negara di Eropa dan kawasan lainnya, termasuk Indonesia, untuk berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi memperkuat perlindungan hak-hak pekerja di sepanjang rantai pasok industri baterai.
Indonesia turut terwakili melalui Saepul Anwar, S.H., dari CEMWU (FSP KEP SPSI), dalam forum internasional yang membahas masa depan hubungan industrial, penguatan organisasi pekerja, dan pentingnya transisi energi yang berkeadilan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam memastikan perkembangan industri baterai dan kendaraan listrik tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan, keselamatan, dan perlindungan hak-hak pekerja.
Pengorganisasian Sejak Dini Menjadi Kunci Kekuatan Serikat Pekerja
Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam konferensi tersebut adalah pentingnya membangun kekuatan organisasi serikat pekerja sejak tahap awal perkembangan industri baterai.
Pengalaman serikat pekerja dari Hungaria, Polandia, Slovakia, Serbia, Spanyol, Indonesia, hingga Swedia menunjukkan bahwa pengorganisasian pekerja harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Upaya tersebut mencakup pembentukan jaringan pekerja di tempat kerja, pendidikan dan pelatihan aktivis serikat pekerja, serta mobilisasi anggota berdasarkan persoalan bersama, khususnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kondisi kerja, dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan.
Serikat pekerja dinilai tidak cukup hanya hadir setelah munculnya perselisihan hubungan industrial. Organisasi pekerja perlu membangun kesadaran, solidaritas, dan kekuatan kolektif sejak awal agar mampu menjadi pihak yang diperhitungkan dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak terhadap pekerja.
Pengorganisasian yang kuat juga menjadi fondasi bagi terciptanya perundingan kolektif yang efektif dan hubungan industrial yang lebih adil.
Hak Pekerja Harus Diwujudkan dalam Kekuatan Nyata
Konferensi turut menyoroti pentingnya memastikan berbagai instrumen perlindungan hak pekerja internasional benar-benar memberikan manfaat nyata.
Instrumen seperti Human Rights Due Diligence (uji tuntas hak asasi manusia), European Works Councils (Dewan Pekerja Eropa), serta Global Framework Agreements (Perjanjian Kerangka Kerja Global) tidak boleh berhenti sebatas dokumen administratif ataupun forum dialog formal.
Instrumen-instrumen tersebut harus mampu mendorong perubahan konkret terhadap kondisi kerja, perlindungan keselamatan pekerja, kebebasan berserikat, dan hak melakukan perundingan bersama.
Pesan yang mengemuka adalah bahwa pengakuan terhadap hak-hak pekerja harus diikuti oleh kemampuan organisasi serikat pekerja untuk memperjuangkan pelaksanaannya.
Dengan demikian, keberadaan mekanisme perlindungan internasional harus menjadi sarana untuk memperkuat posisi tawar pekerja, bukan sekadar pemenuhan formalitas perusahaan.
Solidaritas Internasional Harus Menghasilkan Perubahan
Dalam industri baterai global, proses produksi melibatkan rantai pasok yang kompleks, mulai dari pertambangan bahan baku, pengolahan mineral, manufaktur komponen, produksi baterai, hingga industri kendaraan listrik.
Rantai produksi tersebut melibatkan perusahaan multinasional dan pekerja dari berbagai negara yang menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang berbeda.
Karena itu, konferensi menekankan pentingnya membangun jaringan serikat pekerja internasional yang mampu menghubungkan pekerja dari sektor pertambangan hingga manufaktur.
Jaringan tersebut diharapkan dapat memetakan rantai pasok perusahaan multinasional, mengidentifikasi persoalan ketenagakerjaan, berbagi pengalaman pengorganisasian, serta mengoordinasikan langkah perjuangan kolektif.
Solidaritas internasional tidak boleh berhenti pada pertukaran informasi dan pertemuan antarorganisasi.
Lebih jauh, solidaritas harus menghasilkan tindakan bersama yang mampu memperkuat posisi tawar serikat pekerja dalam menghadapi perusahaan multinasional.
Kekuatan serikat pekerja tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota dalam satu perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan membangun solidaritas lintas perusahaan, sektor industri, dan batas negara.
Transisi Energi Berkeadilan Harus Menempatkan Pekerja sebagai Prioritas
Perkembangan industri baterai menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi global menuju energi bersih dan kendaraan listrik.
Namun, transformasi industri tersebut juga menghadirkan tantangan baru bagi pekerja, mulai dari perubahan kebutuhan keterampilan, perkembangan teknologi produksi, risiko keselamatan kerja, hingga perubahan struktur lapangan pekerjaan.
Konferensi menegaskan bahwa investasi dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap industri baterai harus dikaitkan dengan penciptaan pekerjaan yang berkualitas.
Dukungan publik terhadap pengembangan industri baterai harus disertai komitmen perusahaan untuk menyediakan tempat kerja yang aman, menghormati kebebasan berserikat, melaksanakan perundingan kolektif, serta menjamin kondisi kerja yang layak.
Prinsip Just Transition atau transisi berkeadilan menjadi bagian penting dalam memastikan perubahan menuju ekonomi rendah karbon tidak meninggalkan pekerja.
Transisi energi tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan teknologi dan sumber energi, tetapi juga harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kualitas pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja.
Pentingnya Penguatan Serikat Pekerja di Indonesia
Bagi Indonesia, pembahasan dalam konferensi tersebut memiliki relevansi strategis mengingat peran negara ini dalam rantai pasok industri baterai global, khususnya melalui sektor pertambangan dan pengolahan mineral serta pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.
Perkembangan tersebut membuka peluang penciptaan lapangan pekerjaan sekaligus menghadirkan tantangan dalam perlindungan hak pekerja.
Penguatan organisasi serikat pekerja di sektor-sektor yang terhubung dengan industri baterai menjadi semakin penting untuk memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hubungan industrial.
Keterlibatan perwakilan CEMWU dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, membangun jejaring solidaritas, dan mengikuti perkembangan strategi perjuangan serikat pekerja di tingkat global.
Pengalaman berbagai negara dapat menjadi bahan pembelajaran bagi gerakan serikat pekerja Indonesia, terutama dalam memperkuat pengorganisasian, pendidikan kader, perundingan kolektif, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
Kolaborasi internasional juga membuka peluang bagi serikat pekerja Indonesia untuk memperkuat komunikasi dengan organisasi pekerja di negara lain yang berada dalam jaringan produksi perusahaan multinasional yang sama.
Proyek Berakhir, Perjuangan Serikat Pekerja Terus Berlanjut
Berakhirnya rangkaian proyek #BatteryTUPower tidak berarti berakhirnya perjuangan membangun kekuatan serikat pekerja dalam industri baterai global.
Sebaliknya, konferensi di Bratislava menjadi momentum untuk melanjutkan kerja sama, memperkuat jaringan internasional, serta mengembangkan strategi perjuangan yang lebih terorganisasi.
Pesan utama dari Bratislava sangat jelas: bangun organisasi sejak dini, perkuat kekuatan kolektif, dan pastikan transisi energi memberikan manfaat nyata bagi pekerja.
Ke depan, serikat pekerja dituntut semakin adaptif terhadap perubahan industri tanpa meninggalkan prinsip dasar perjuangannya, yakni memperjuangkan pekerjaan layak, upah yang adil, keselamatan kerja, kebebasan berserikat, serta kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Proyek #BatteryTUPower boleh berakhir, tetapi perjuangan membangun serikat pekerja yang kuat, independen, dan solidaritas internasional dalam rantai pasok industri baterai global harus terus berlanjut.





















































