Jenewa, Swiss, 11 Juni 2026 – Ketua Komite Perempuan SP KEP SPSI (CEMWU), Ira Laila Budiman, menyampaikan pandangan dan aspirasi pekerja perempuan Indonesia dalam pertemuan IndustriALL Women’s Committee yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Forum internasional tersebut mempertemukan para pemimpin serikat pekerja perempuan dari berbagai negara untuk membahas penguatan kepemimpinan perempuan dan agenda kesetaraan gender dalam gerakan serikat pekerja global.

Dalam pidatonya, Ira Laila Budiman menegaskan bahwa penguatan serikat pekerja tidak dapat dipisahkan dari peningkatan partisipasi dan kepemimpinan perempuan di seluruh tingkatan organisasi.

“Kita membutuhkan lebih banyak perempuan yang terlibat dalam kepemimpinan serikat pekerja, karena keputusan akan selalu ditentukan oleh mereka yang duduk di meja perundingan. Ketika perempuan tidak hadir dalam struktur kepemimpinan, maka kepentingan dan kebutuhan pekerja perempuan sering kali terabaikan,” tegas Ira.

Mewakili suara pekerja perempuan Indonesia, Ira menyampaikan tiga tuntutan konkret kepada gerakan serikat pekerja di seluruh dunia.

Pertama, memastikan keterwakilan perempuan di seluruh tingkatan struktur serikat pekerja, mulai dari tingkat tempat kerja hingga tingkat nasional, serta menjadikannya bagian dari konstitusi organisasi. Menurutnya, perempuan harus memperoleh ruang yang lebih besar sebagai pengurus, anggota komite eksekutif, negosiator, organizer, pendidik, dan pemimpin serikat pekerja.

Kedua, mengalokasikan anggaran khusus untuk program-program perempuan. Ira menilai banyak organisasi memiliki komitmen dan kebijakan gender yang baik, namun pelaksanaannya masih bergantung pada dukungan eksternal sehingga tidak berkelanjutan. Karena itu, setiap serikat pekerja perlu menyediakan anggaran khusus untuk pendidikan, pengembangan kepemimpinan, pengorganisasian, kampanye, pendampingan, penelitian, serta program pencegahan kekerasan berbasis gender.

Ketiga, membentuk dan memperkuat komite perempuan sebagai instrumen strategis dalam organisasi. Menurut Ira, komite perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan ruang partisipasi, mengembangkan kapasitas kepemimpinan perempuan, mengidentifikasi tantangan di tempat kerja, serta merumuskan tuntutan perundingan yang mencerminkan realitas pekerja perempuan.

Ira juga menekankan bahwa komite perempuan harus berperan aktif dalam memperkuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB), khususnya terkait kesempatan kerja yang setara, penghapusan diskriminasi, upah yang setara untuk pekerjaan yang bernilai sama, perlindungan maternitas dan cuti orang tua, perlindungan dari kekerasan dan pelecehan berbasis gender, keselamatan dan kesehatan kerja, serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan tanggung jawab pengasuhan.

“Isu-isu tersebut bukanlah isu perempuan semata. Semua itu adalah isu perundingan bersama yang harus menjadi bagian dari agenda perjuangan serikat pekerja,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Ira Laila Budiman mengajak seluruh organisasi afiliasi IndustriALL untuk terus memperkuat solidaritas dan memperbesar ruang kepemimpinan perempuan dalam gerakan buruh.

“Jika kita menginginkan serikat pekerja yang lebih kuat, maka kita membutuhkan partisipasi perempuan yang lebih kuat. Jika kita menginginkan Perjanjian Kerja Bersama yang lebih baik, maka perempuan harus hadir di meja perundingan,” tegasnya disambut dukungan peserta forum.

Partisipasi Ira Laila Budiman dalam IndustriALL Women’s Committee menjadi bukti komitmen SP KEP SPSI untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender, memperkuat kepemimpinan perempuan, dan membawa suara pekerja perempuan Indonesia ke tingkat global.

Solidarity Forever!