
Refleksi dan Evaluasi 2025–2026
Oleh: Sofyan Abdul Latief
Refleksi dan evaluasi merupakan instrumen penting bagi organisasi untuk membaca arah perjalanan, menilai capaian, serta memastikan setiap langkah perjuangan tetap berada pada rel nilai dan tujuan bersama. Periode 2025–2026 menjadi fase krusial untuk menakar sejauh mana program dan kebijakan organisasi telah diimplementasikan dan diaktualisasikan dalam gerakan nyata, sekaligus menjadi cermin untuk melihat kekuatan dan kelemahan internal, serta dinamika eksternal yang memengaruhi perjuangan.
Dari sisi kekuatan, organisasi memiliki modal sosial berupa solidaritas anggota, pengalaman perjuangan, serta legitimasi moral dalam memperjuangkan penghidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya. Konsistensi advokasi, jejaring yang terus tumbuh, dan kapasitas kader menjadi fondasi penting yang harus dijaga dan diperkuat. Namun, kelemahan juga perlu diakui secara jujur, seperti keterbatasan sumber daya, belum meratanya kapasitas organisasi di semua tingkatan, serta tantangan konsolidasi di tengah perubahan pola kerja dan hubungan industrial.
Berbagai hambatan dan gangguan muncul dari perubahan regulasi, tekanan ekonomi, fragmentasi tenaga kerja, hingga melemahnya ruang demokrasi industrial. Sementara itu, tantangan dan ancaman hadir dalam bentuk fleksibilisasi kerja yang berlebihan, praktik hubungan kerja tidak adil, serta upaya sistematis yang melemahkan posisi tawar pekerja dan serikat. Semua ini menuntut organisasi untuk adaptif, cerdas membaca situasi, dan berani melakukan pembaruan strategi.
Di balik tantangan tersebut, terdapat peluang dan harapan yang harus ditangkap dengan optimisme kritis. Kesadaran pekerja yang tumbuh, perkembangan teknologi informasi untuk pengorganisasian, serta kebutuhan akan serikat yang sehat, kuat, demokratis, dan profesional membuka ruang bagi transformasi organisasi. Peluang ini hanya dapat dimanfaatkan jika diiringi dengan penguatan pendidikan anggota, tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, serta strategi perjuangan yang kontekstual dan berorientasi jangka panjang.
Refleksi dan evaluasi 2025–2026 pada akhirnya bukan sekadar menilai apa yang telah dilakukan, tetapi menjadi pijakan untuk memperbaiki arah, memperkuat barisan, dan meneguhkan komitmen. Dengan belajar dari pengalaman, mengoreksi kekurangan, dan mengoptimalkan peluang, organisasi diharapkan mampu terus tumbuh dan berkembang secara sehat dan kuat, serta konsisten mewujudkan cita-cita besar: penghidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya, dalam kerangka perjuangan yang demokratis, profesional, dan berkelanjutan.

































































































