Maluku Utara, 1 Mei 2026 – Serikat pekerja atau yang dikenal dengan aktivis pekerja memiliki peran penting yang sangat krusial dalam menyongsong dan memperingati May Day (Hari Buruh Internasional) pada 1 Mei. Peran ini bukan sekadar aksi turun ke jalan, melainkan sebagai elemen penggerak perubahan dan solidaritas.

Audiens dengan pihak manajemen PT IWIP terkait tuntutan bersama May day

Beberapa langkah yang dilalui mulai pada tahapan meeting internal pengurus serikat pekerja SPSI PT Iwip dan membangun koordinasi ke pihak manajemen. Tahap audiens terkait tuntutan bersama yang dirangkum dari keluh kesah pekerja, ataupun ditemukan langsung dilapangan telah dilakukan. Namun saat ini menunggu hasil dari audiens tersebut. Mengingat dalam rangka menyambut May Day sebagai hari bersejarah bagi pekerja. Maka, muatan tuntutan bersama tersebut selanjutnya di serahkan langsung ke pihak manajemen PT IWIP, disaksikan secara langsung oleh bupati Halmahera Tengah, Plt. Kepala Disnakertrans Halteng dan perwakilan DPRD Halteng sekaligus sebagai ketua PC SP KEP SPSI Kabupaten Halmahera Tengah Aswar Salim. Setelah mengikuti rangkaian perayaan May Day di PT IWIP.

Rapat koordinasi untuk pertemuan dengan bupati dan manajemen PT Iwip untuk penyerahan secara tertulis tuntutan bersama May Day

Pergerakan menyambut May Day juga bagian dari perjuangan hak-hak kolektif, yang patut diapresiasikan sebagai kesadaran terhadap diri sendiri dalam menjamin kesehatan dan keselamatan kerja, menjunjung tinggi kesejahteraan pekerja yang tidak hanya tertuang dalam regulasi perusahaan yaitu PKB ataupun undang-undang ketenagakerjaan. Namun harus diimplementasikan secara nyata di lapangan atau secara faktual. Agar berdampak baik dan dirasakan oleh semua karyawan terutama mereka yang bekerja dan terpapar langsung dengan bahan kimia yang beresiko tinggi hingga mengancam nyawa.

Aksi nyata dalam menyampaikan aspirasi melalui tuntutan bersama yang terdiri dari 21 poin dan sudah diserahkan secara tertulis. Sikap yang demikian memberikan alarm keras dan tegas agar ke depannya May Day bukan hanya seremoni belaka, tetapi juga disertai sejumlah catatan kritis dari kalangan pekerja. May Day tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan.

Namun, dijadikan refleksi panjang perjuangan pekerja dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan, sekaligus pengingat bahwa masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Setiap keluh kesah harus benar-benar dikawal, bahkan sampai pada setingkat pekerja saat pergi dan berada di lokasi dengan keadaan selamat, pulang atau kembali ke rumah juga harus dalam kondisi aman dan sehat. Artinya keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja harus terjamin. Hingga tidak menimbulkan risiko insiden secara berulang.

Penyerahan tuntutan bersama secara langsung kepada pihak manajemen disaksikan oleh bupati, Plt. Kadis Nakertrans dan DPRD Halmahera Tengah

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan secara serius juga terkait RKAB bagi pekerja saat ini. Mengingat sebagian dari pekerja telah merasakan dampaknya dan sangat berpengaruh terkait pendapatan upah.

Selain itu, yang menjadi catatan penting juga bagi pekerja saat ini, ketika berbagai persoalan muncul harus benar-benar ditanggapi, karena sering ditemukan di beberapa departemen hingga ke devisi dalam pengambilan kebijakan yang berubah-ubah dan mempersulit pekerja. Sebab pekerja merasa pada bulan lalu melewati hasil keputusan UMK yang sangat membuat resah dan menggeramkan, serta dinilai menyepelehkan hak-hak pekerja sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ada, tidak membuahkan hasil yang maksimal. Selain itu, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak juga masih ditemukan hingga berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian para pekerja.

Serikat pekerja SPSI Halmahera Tengah juga dengan logis menegaskan agar manajemen PT Iwip harus benar-benar mengevaluasi sistem terkait kebijakan yang dibuat maupun pengambilan keputusan saat memberikan sangki kepada setiap karyawan di perusahaan. Karena selain mutasi dan rotasi kerja yang berubah-ubah di lingkup kerja saat ini. Masih banyak penekanan secara halus seperti intimidasi antara pimpinan ke bawahan maupun antara karyawan China kepada karyawan Indonesia. (Achy)