Karawang, 20 Desember 2025 — Upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan berkeadilan terus diperkuat melalui kegiatan “Ciptakan Dunia Kerja yang Aman dan Nyaman, Bebas dari Kekerasan dan Pelecehan” yang diselenggarakan di PT Sumi Rubber Indonesia, Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan bersama KPS2 (Komite Perempuan SP KEP SPSI) sebagai bagian dari agenda penguatan perlindungan pekerja, khususnya pekerja perempuan.

Dalam sambutannya, , selaku Ketua (KPS2), menegaskan bahwa tempat kerja harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi seluruh pekerja tanpa diskriminasi. Menurutnya, kekerasan dan pelecehan baik fisik, verbal, psikologis, maupun seksual masih menjadi persoalan nyata di dunia kerja dan harus ditangani secara sistematis.

“Kesetaraan gender bukan hanya slogan, tetapi prasyarat terciptanya hubungan industrial yang sehat. Pencegahan kekerasan dan pelecehan adalah tanggung jawab bersama perusahaan, serikat pekerja, dan negara,” tegas Ira.

Kegiatan ini mengangkat beberapa isu kunci, antara lain:

  • Kesetaraan Gender di Tempat Kerja, sebagai fondasi relasi kerja yang adil dan setara.
  • Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan, melalui edukasi, mekanisme pengaduan yang aman, serta sanksi yang tegas.
  • Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan, sebagai ruang aman bagi korban untuk mendapatkan pendampingan, pemulihan, dan advokasi.
  • Implementasi Konvensi ILO 190, yang menegaskan hak setiap pekerja atas dunia kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan.

Ira Laila Budiman menambahkan, Konvensi ILO 190 menjadi rujukan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kebijakan dan praktik perlindungan di tingkat perusahaan hingga nasional. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan agar tidak hanya berhenti pada komitmen normatif, tetapi memastikan implementasi nyata di lapangan.

Melalui kegiatan ini, KPS2 berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa dunia kerja yang aman dan nyaman bukan sekadar tuntutan perempuan, melainkan kebutuhan seluruh pekerja. Lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan diyakini akan meningkatkan produktivitas, kesehatan mental, serta kualitas hubungan industrial secara berkelanjutan. (3zah)