• April 28, 2026
  • PP SPKEP SPSI
  • 0

Peringatan International Workers’ Memorial Day 2026 seharusnya menjadi momen penghormatan saat kita menundukkan kepala untuk mengenang para pekerja yang kehilangan nyawa demi mencari nafkah. Namun, di malam ini, duka bukan hanya dikenang; ia kembali terjadi di hadapan kita.

Di Stasiun Bekasi Timur, sebuah kecelakaan tragis mempertemukan dua rangkaian kereta: KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Dentuman keras memecah rutinitas malam sepulang kerja, mengubah perjalanan biasa menjadi kepanikan dan luka. Para pekerja yang sedang pulang menghidupi keluarga, dalam sekejap menjadi korban dari sistem yang seharusnya melindungi mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat yang pahit: bahwa keselamatan kerja bukan sekadar slogan, melainkan hak dasar yang sering kali diabaikan. Transportasi publik merupakan urat nadi kehidupan para buruh harusnya menjadi ruang aman, bukan arena risiko yang mengancam nyawa.

Hari ini, peringatan bukan lagi hanya seremoni. Ia berubah menjadi jeritan nyata. Bahwa di balik angka statistik kecelakaan, ada nama, ada keluarga, ada masa depan yang terhenti.

International Workers’ Memorial Day bukan hanya tentang mengenang yang telah gugur, tetapi juga tentang melawan agar tidak ada lagi korban berikutnya. Tragedi di Bekasi Timur adalah alarm keras bagi semua pihak bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama, bukan pilihan.

Mari kita tegakkan komitmen:
Kenang yang telah tiada. Lindungi yang masih bekerja. Hentikan kelalaian sebelum nyawa kembali menjadi taruhannya. (anggi)