SP KEP SPSI PT Sumi Asih Lakukan Demo di Depan Pabrik

by -154 Views

KEPTV NEWS — BEKASI, Markus Susanto, HRGA Director PT. Sumi Asih menemui buruhnya yang siang tadi melalukan unjuk rasa didepan perusahaannya, yang berlokasi di Jalan Cempaka Km-38, Jati Mulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pada buruh mengajukan dua tuntutan, pertama, menuntut perusahaan PT. Sumi Asih agar segera melaksanakan dan memberikan kenaikan upah tahun 2022, yang hingga saat ini belum diterima buruh. Dan yang kedua, para buruh menuntut kejelasan status operasional perusahaan PT. Sumi Asih, karena selama satu bulan terakhir, para buruh dirumahkan, sehingga menuntut agar segera dapat dipekerjakan kembali, sepertinya semula.

Markus Susanto, didepan para buruh menyatakan bahwa tindakan merumahkan buruh adalah sebagai dampak dari kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga minyak goreng yang dilakukan secara emosional dan tanpa perhitungan yang komprehensif.

“Dan dampaknya akan menghancurkan industri oleokimia tanah air,”kata Markus.

Alasannya karena tidak semua industri oleokimia terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit, industri CPO dan distribusi minyak goreng. Hal inilah yang tidak diperhitungkan Menteri Perdagangan RI, dengan menetapkan DMO 20% atas setiap ton ekspor CPO dan produk turunannya sebelum memberikan Persetujuan Ekspor (PE).

Diapun menjelaskan, bahwa sejak diberlakukan 15 Februari 2022 lalu, otomatis ekspor CPO dan produk turunannya terganggu.

“Bagai membakar lumbung untuk memburu tikus, kebijakan DMO yang diharapkan dapat menurunkan harga minyak goreng dan memudahkan masyarakat membelinya, ternyata tidak berjalan,”katanya.

Bahkan sebaliknya, bukan saja tidak tersedianya barang minyak goreng dipasaran, tetapi dampak global yang ditimbulkan sangat merugikan negara. Seperti penerimaan devisa menurun, pajak ekspor dan bea keluar tidak diperoleh. Dan kepercayaan luar negeri, akan komitmen perdagangan menurun, bahkan buyer kami-pun saat ini mengancam akan mencari sumber lain.

“Padahal sudah puluhan tahun, kerjasama dagang ini dibina, tetapi sayangnya hanya oleh satu keputusan yang gegabah, akibatnya kita merugi miliaran rupiah,”kata Markus.

Dia juga mengeluhkan karena tidak adanya kepastian Persetujuan Ekspor dari Kemendag, dan tidak adanya solusi, selain menjalankan DMO.

Maka dampaknya pada saat ini, sangat menyulitkan PT. Sumi Asih untuk melaksanakan ekspor, padahal 70% pasar kami adalah ekspor,”kata Markus.

Sebab ditengah pandemi covid-19 saat ini, dimana pasar lokal menurun tajam, maka pasar ekspor menjadi andalan perusahaan untuk survive.

“Karena itu, dengan kondisi ini, entah berapa lama lagi, kami harus merumahkan karyawan atau buruh perusahaan ini,”kata Markus.

Tetapi-pun demikian dia sebagai pengusaha tidak tinggal diam, dimana berbagai upaya telah dilakukan, termasuk mengirim surat dan rapat dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan instansi lain, juga asosiasi.

“Apabila karyawan melalui SPSI tidak puas dengan jawaban kami, maka silahkan tanyakan kepada Menteri Perdagangan,”kata Markus.

Karena tuntutan karyawan dalam aksi unjuk rasa hari ini, mengenai UMR 2022, masih kita kaji. Karena sejauh ini perusahaan selalu taat hukum dan memenuhi hak-hak normatif karyawan, bahkan melebihi ketentuan,” katanya.

Diapun juga menjelaskan, apabila perusahaan menjalankan DMO, dengan asumsi kita ekspor 3000 ton dalam satu bulan, maka selisih harga bahan baku Olein saat ini katakanlah Rp.20.000,- dibandingkan harga jual minyak goreng Rp.10.300,

“maka dalam sekejap perusahaan ini akan menanggung kerugian Rp.9.700 x 600 ton atau sekitar Rp. 5,82 Milyar per bulan,” kata Markus.

Karena itu, dia berharap, kepada pihak terkait, agar dapat mencari solusi, supaya persoalan ini cepat diatasi.

“Bagai tikus mati dilumbung padi, sebagai negara eksportir CPO terbesar didunia, kita hanya menyaksikan Malaysia memperoleh keuntungan. Sementara kita menjadi penonton, dan mengantri tiket Persetujuan Ekspor dibawah otoritas Kemendag,”kata Markus.

Sementara itu Hemansyah dari PC FSP KEP SPSI Bekasi, ditempat yang sama menyatakan, sangat prihatin dan dapat memahami kesulitan PT.S umi Asih pada saat ini.

“Kami dari PC KEP SPSI Bekasi, siap bermitra dan membantu PT Sumi Asih, termasuk dalam bentuk mengirim surat yang ditujukan kepada Pemerintah, termasuk kepada Kementrian Perdagangan RI dan Presiden RI Bapak Jokowi,” kata Hermansyah.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Pimpinan PT.Sumi Asih, akhirnya aksi unjuk rasa buruh anggota SP KEP SPSI PT.Sumi Asih pada pukul 16.00wib membubarkan diri dan mereka berjanji, dalam waktu dekat, akan melanjutkan aksi demonya di depan Gedung Kementrian Perdagangan RI, Jakarta.

“Jika yang dijelaskan oleh Pimpinan PT.Sumi Asih, Bapak Markus Susanto tadi demikian adanya, maka untuk menyelamatkan dapur keluarga kami. Dapat dipastikan dalam waktu dekat, kami buruh PT. Sumi Asih, akan melakukan aksi demo lanjutan di depan Kementrian Perdagangan RI di Jakarta,”kata Agus Faqihudin, Ketua PUK SP KEP SPSI PT. Sumi Asih kepada media seusai aksi demo petang tadi. (media garuda)