• March 6, 2026
  • PP SPKEP SPSI
  • 0

Jakarta – Serikat pekerja di kawasan Asia Tenggara mulai mempersiapkan peringatan International Workers’ Memorial Day (IWMD) 2026 yang akan digelar secara serentak pada 28 April 2026 di berbagai negara ASEAN. Persiapan tersebut dibahas dalam IndustriALL Regional SEAO OSH Committee Meeting yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 5 Maret 2026.

Pertemuan ini diikuti oleh delapan peserta dari jaringan serikat pekerja afiliasi industri di kawasan Asia Tenggara. Forum tersebut bertujuan menyatukan langkah gerakan buruh dalam memperkuat kampanye keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sekaligus mendorong komitmen pemerintah dan perusahaan dalam memberikan perlindungan yang lebih baik kepada para pekerja.

Dalam pertemuan tersebut, Ramon Carteza, General Secretary IndustriALL Southeast Asia and Oceania, menegaskan bahwa peringatan IWMD menjadi pengingat penting bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dibayar dengan nyawa para pekerja.

Ia menyampaikan bahwa jutaan pekerja di Asia Tenggara masih bekerja di sektor berisiko tinggi seperti manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan industri kimia. Namun, menurutnya, keselamatan kerja masih sering dipandang sebagai biaya, bukan sebagai tanggung jawab moral dan hukum.

“Pekerja masih menghadapi kondisi kerja berbahaya seperti jam kerja panjang, perlindungan keselamatan yang tidak memadai, serta lemahnya pengawasan terhadap standar K3,” ujar Ramon.

Ramon juga menekankan bahwa setiap kecelakaan kerja tidak hanya berdampak pada pekerja yang menjadi korban, tetapi juga terhadap keluarga yang kehilangan sumber penghidupan. Karena itu, IWMD tidak hanya menjadi momen mengenang para pekerja yang meninggal di tempat kerja, tetapi juga menjadi seruan untuk memperjuangkan perlindungan bagi pekerja yang masih bekerja setiap hari.

Sementara itu, Anggi Nugraha dari CEMWU Indonesia menyampaikan bahwa IWMD merupakan momentum penting bagi gerakan serikat pekerja untuk menghormati para pekerja yang kehilangan nyawa maupun kesehatan akibat pekerjaan.

Menurutnya, setiap kecelakaan kerja tidak boleh dipandang hanya sebagai angka statistik perusahaan atau laporan pemerintah.

“Setiap kecelakaan kerja adalah nyawa manusia yang hilang akibat sistem kerja yang tidak aman,” tegas Anggi.

Ia menambahkan bahwa penghormatan kepada para korban harus diwujudkan melalui langkah nyata, seperti memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, menolak praktik kerja berbahaya, serta memastikan perusahaan tidak mengorbankan keselamatan pekerja demi keuntungan.

Anggi juga menyoroti bahwa masih banyak perusahaan yang memandang keselamatan kerja sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi penting bagi keberlanjutan industri.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan IWMD 2026, serikat pekerja di kawasan ASEAN merencanakan berbagai kegiatan kampanye, mulai dari kampanye publik, seminar keselamatan dan kesehatan kerja, hingga penyebaran materi edukasi seperti poster, leaflet, dan banner guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan kerja.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat solidaritas gerakan serikat pekerja di kawasan Asia Tenggara dalam memperingati IWMD secara serentak.

Melalui momentum ini, organisasi buruh berharap kampanye keselamatan kerja semakin kuat dan mampu mendorong pemerintah serta perusahaan untuk memastikan setiap pekerja memiliki hak fundamental untuk bekerja dengan aman, sehat, dan bermartabat. (Anggi Nugraha)