Manila — Perwakilan Youth Committee CEMWU/PP FSP KEP SPSI yang juga mewakili KSPSI, Aditya Saputra, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pekerja muda dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan masa depan, khususnya terkait transformasi digital dan perubahan iklim.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan National Trade Union Youth Leaders’ Forum on Youth Employment and the Challenges of Algorithmic Work Environments pada 22 April 2026, serta Regional Trade Union Youth Conference on Just Transition: Advancing Youth-Led Climate Action yang berlangsung pada 23–24 April 2026 di Manila, Filipina. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Trade Union Congress of the Philippines dan ASEAN Trade Union Council.

Dalam forum tersebut, Aditya menegaskan bahwa pekerja muda tidak boleh hanya menjadi objek perubahan, melainkan harus berperan sebagai subjek utama dalam proses transformasi industri. Ia menekankan bahwa pelibatan generasi muda dalam berbagai program pelatihan (training) menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

“Pekerja muda harus dilibatkan secara aktif dalam pelatihan dan pengambilan keputusan, agar mampu menghadirkan perspektif segar sekaligus solusi konkret terhadap tantangan yang ada,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Selain itu, Aditya juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendorong agenda just transition dan aksi iklim. Ia menekankan bahwa transisi menuju ekonomi hijau harus tetap menjamin perlindungan hak-hak pekerja, sekaligus membuka peluang kerja yang layak dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas negara dan antarorganisasi serikat pekerja untuk merumuskan strategi bersama dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap dunia kerja.

Partisipasi Aditya dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat peran pemuda serikat pekerja Indonesia di tingkat regional, serta membawa perspektif dan praktik baik ke dalam gerakan serikat pekerja di tanah air.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemuda serikat pekerja di kawasan Asia Tenggara untuk bertukar pengalaman, memperkuat solidaritas, dan merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era transformasi digital dan krisis iklim.