Karawang – Ratusan kader dan pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar ziarah ke makam mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jacob Nuwa Wea, di pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Senin (23/2). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-53 KSPSI dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo).
Acara dipimpin langsung oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nenawea, S.H., M.H., dan dihadiri jajaran pengurus DPP KSPSI, antara lain Sekretaris Jenderal Dr. Hermanto Ahmad, sejumlah Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja, serta anggota brigade SPSI dan buruh dari berbagai wilayah.
Ziarah itu merupakan agenda rutin tahunan setiap peringatan Harpekindo sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan Jacob Nuwa Wea dalam membangun organisasi buruh dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja di Indonesia selama masa jabatannya.
“Kita ingat betul jasa beliau dalam membesarkan KSPSI, sekaligus semangat perjuangan untuk hak-hak buruh yang masih relevan hingga sekarang,” ujar salah satu pengurus yang hadir saat prosesi ziarah.
Siapa Jacob Nuwa Wea?
Jacob Nuwa Wea lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 14 April 1944 dan pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Gotong Royong di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Selama menjabat, ia berkontribusi dalam pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 yang hingga kini masih sering menjadi acuan dalam perdebatan kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Meski pernah menduduki posisi penting, Jacob dikenal sebagai sosok yang sederhana dan low profile, selalu dekat dengan kalangan pekerja dari berbagai tingkatan.

