Peluncuran Platform Digital Vokasi “Kadin Untuk Naker” Dihadiri Pimpinan Serikat Pekerja/SerikatBuruh

by -106 Views

CEMWU, Jakarta — Kadin Indonesia mengadakan peluncuran platform digital vokasi “Kadin Untuk Naker” yang diselenggarakan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Minggu (30/04/2023).

Platform digital yang dirancang bagi tenaga kerja untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam meningkatkan jenjang karir, mengembangkan kemampuan di dalam diri, melakukan pekerjaan sampingan, memperluas kesempatan bekerja di luar negeri, hingga mempelajari keterampilan di industri spesifik. 

Pada pembukaan sambutannya Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan bahwa dalam moment menjelang Hari Buruh 1 Mei 2023 merupakan hari yang bersejarah dan merupakan momen untuk menghargai perjuangan dan kerja keras dari tenaga kerja.

“Tenaga kerja adalah tulang punggung dari pada negara. Industri tidak akan bisa bergerak dan ekonomi tidak akan bisa tumbuh tanpa pekerja dan buruh, oleh karena itu mari kita sambut Hari Buruh yang bersejarah dengan optimisme untuk menyambut iklim ketenagakerjaan yang sejahtera dan mendorong pertumbuhan ekonomi.” tandas Arsjad.

Arsjad Rasjid mengatakan bahwa masalah terbesar adalah memasuki era industri 4.0 tak lain adalah ketrampilan ataupun skill, yaitu zaman dimana tenaga manusia akan tergantikan oleh teknologi bidang automatisasi. Arsjad menyebut bonus demografi Indonesia diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2030.. Cukup singkat waktu yang dibutuhkan hanya 7 tahun dari saat ini, sementara jumlah angkatan kerja akan terus bertambah dan kebutuhan akan lapangan kerjapun meningkat.

Lebih lanjut  menurut Arsjad, jika bonus demografi ini dapat dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan selangkah lebih maju dan mencapai aspirasi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Disisi lain Arsjad juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan otomatisasi akan memberi ancaman punahnya 23 juta pekerjaan pada tahun 2030, meski tidak merinci sektor apa saja yang terancam.

“Namun dengan berkembangnya teknologi dan otomatisasi, 23 juta juta pekerjaan terancam punah pada tahun 2030 mendatang,” tambahnya.

“Jadi ada dua hal, bagaimana kita perlu meningkatkan skill bagi para buruh atau tenaga kerja di era industri 4.0 dan juga penambahan keterampilan apabila sumber daya manusia harus digantikan oleh teknologi digital dan otomatisasi,” ujar Arsjad.

Arsjad mengungkapkan Kadin Indonesia telah membangun platform pelatihan digital untuk tenaga kerja, yaitu Kadin Untuk Naker. Platform digital ini merupakan kolaborasi antara Kadin dengan Konfederasi Serikat Buruh atau Pekerja dan didukung oleh Pijar Foundation dengan tujuan dari platform pelatihan digital ini untuk memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan yang dapat diakses oleh seluruh tenaga kerja di Indonesia dari berbagai sektor dan industri.

“Adanya Kadin for Naker diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dari para tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga dapat meningkatkan link and match antara tenaga kerja dan kebutuhan industri,” jelas Arsjad.

Arsjad memaparkan bahwa Kadin Untuk Naker akan memberikan kesempatan bagi tenaga kerja yang ingin mengembangkan keterampilan kewirausahaan. Diharapkan masing-masing keluarga sekarang punya peluang memiliki dua sumber pendapatan yaitu sebagai buruh dan karyawan. Menurutnya, hal itu bisa membuat kesejahteraan keluarga dapat meningkat karena memiliki pemasukan tambahan.

Mewakili Pekerja  dan Buruh Elly Rosita Silaban dan Andi Gani Nena Wea mengapresiasi usaha yang telah dilakukan oleh Kadin Indonesia dan Pijar Foundation untuk terus meningkatkan skill buruh atau tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.  Digital Kadin untuk Naker merupakan pintu gerbang yang mampu membuka peluang untuk para buruh atau tenaga kerja agar mampu menjadi wirausaha.