Selamat HUT ke-50 SPSI, semoga selalu konsisten memperjuangankan hak pekerja Indonesia

by -152 Views

KEPTV News, JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 di Balai Sarbini, Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Michiko Miyamoto, dan Presiden KSPI Said Iqbal.

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mengucapkan selamat kepada KSPSI melalui video dan berpesan agar pekerja dapat ikuti perkembangan zaman dan bermitra dengan siapapun.

“Selamat HUT ke-50 KSPSI, semoga selalu konsisten memperjuangan pekerja Indonesia mengikuti perkembangan zaman. Bisa bermitra dengan siapapun mewujudkan hubungan industrial yang berkeadilan,” ujarnya, Senin (20/2/2023).

Pada tempat sama, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan, sebagai konfederasi buruh terbesar di Indonesia, KSPSI akan tetap lantang membela hak-hak pekerja.

“Terima kasih Pak Jokowi yang telah bersahabat 22 tahun, tidak pernah mempermasalahkan saya tetap memimpin demo di jalanan memperjuangkan buruh,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Gani berpesan kepada para anggotanya untuk terus berjuang di garis perjuangan yang sama dan jangan pernah menyerah.

“Kami akan terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada pekerja dan mendukung jika itu berpihak bagi pekerja,” tutur dia.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menambahkan, tantangan pekerja ke depan semakin berat, selain era industri revolusi 4.0 dan society 5.0, isu-isu ketenagakerjaan banyak memerlukan solusi tepat bersifat segera.

Ida menambahkan, Indonesia di 2030 juga akan dihadapkan pada puncak bonus demografi, sehingga hal ini merupakan peluang untuk mencetak banyak SDM unggul berdaya saing di era digital.

“Kita perlu mencetak SDM unggul dan berdaya saing di semua level dengan tujuan penguatan ekonomi dan ketahanan bangsa dalam menghadapi segala perubahan. Bukan hanya tenaga kerja di level bawah dan menengah yang perlu dibekali dengan kompetensi,” pungkasnya.