77 TAHUN KEMERDEKAAN RI : MAKNA KEMERDEKAAN BAGI PEKERJA DAN SERIKAT PEKERJA

by -124 Views

REFLEKSI 77 TAHUN KEMERDEKAAN RI BAGI GERAKAN SERIKAT PEKERJA: Apa yang paling pokok?

Memastikan metode perjuangan dalam meningkatkan dan setidaknya mempertahankan aturan-aturan untuk kesejahteraan buruh yang sudah ada agar tidak semakin tergerus oleh kebijakan penguasa yang pro terhadap pengusaha. Karena cara sudah ada bukan tanpa cela kekurangan nya tapi sudah tidak begitu efektif lagi dan cenderung di abai oleh penguasa.

Husni Thamrin

Apapun Serikat nya harus segera bersatu kalau tujuannya sama, bukan bersatu-satu. Kalau sudah bisa bersatu masalah lain bisa kita pikirkan dan kita lakukan bersama-sama.

Muhamad Sidarta

Kembali pada tujuan utama dibangunnya negara ini adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pada kenyataannya berbagai UU dan norma dibuat tidak/belum beorientasi kesana.

Masih mendewakan pertumbuhan, rakyat termasuk buruh hanya kebagian remah remah kecil kesejahteraan dari proses industri. Boleh jadi kondisi sekarang ini situasi yang sulit bagi gerakan SP/SB untuk bargaining dengan elite politik, elite ekonomi di negeri ini.

Mungkin bagi partai politik gerakan SP/SB hanyalah menjadi simpul massa buruh sebagai pendulang suara atau satu dua orang untuk diajak sebagai caleg. Bagai elite ekonomi gerkan SP/SB masih dianggap sebagai ancaman, maka tidak jarang ada upaya penjinakan dengan berbagai cara.

Bambang Priyanto

Membangun kesejahteraan buruh/pekerja melalui penghasilan/upah agar tepat sasaran yaitu mencapai penghidupan yang layak dan dapat menjamin penghidupan keluarganya. dan itu sudah tertulis dalam UUD’45 dan UU tentang HAM

Acho Fahrezi

Refleksi 10 tahun terakhir saja gerakan buruh Indonesia gagal.. hampir tidak ada gerakan buruh secara nasional yg berhasil memperjuangkan tuntutan buruh..kita terjebak pada polarisasi dan fragmentasi bahkan politisasi yang dibuat oleh elit sendiri yang ujungnya semakin membuat gerakan buruh menjadi semakin suram.. yang berteriak kencang banyak, yang bergerak banyak.. tapi kurang begitu di dengar bahkan cenderung di cuekin oleh kekuasaan.

Bersatu itu penting dan menjadi keharusan. Dan saya sepakat itu, tapi kadang secara tidak sadar kita menodai persatuan itu sendiri. Dan akhirnya semakin banyak yang skeptis untuk bersatu karena kalo bersatunya hanya untuk dikapitalisasi untuk kepentingan politik elit (baik di kekuasaan ataupun di buruh sendiri), maka semakin sering kita meneriakkan persatuan, maka akan semakin banyak orang ragu untuk bersatu.

Moch Popon

BERSATU dahulu elemen BURUH nya baru ada KEKUATAN dengan FIGUR PEMERSATU yang lahir dari AKAR RUMPUT (PUK), sehingga tidak selalu dijadikan objek euforia 5 tahun sekali jelang HILAL PILRES. Sehingga pada akhirnya kalau benyanyi dalam AKSI BURUH bersama sudah selaras dan sesuai “BURUH BERSATU TAK DAPAT DIKALAHKAN.!!” Bukan seperti saat ini BURUH ber-SATU-SATU akhirnya DIKALAHKAN karena sudah lupa bunyi ke 3 dari PANCASILA “PERSATUAN INDONESIA ” MERDEKA…!!!

Tri Ruswati

Perjuangkan yg sudah tertulis dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2 pekerjaan yg layak bagi kemanusiaan dan Pasal 33 UUD 1945, bahwa: “… Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kenyataannya lalai terhadap UUD 45.

Ardiansyah Pele

Kembali ke Marwah perjuangan buruh dengan semangat juang yang tinggi untuk bersatu, mandiri, berdaulat dan terlepas dari ego masing – masing organisasi Serikat Pekerja / Serikat Buruh, Hilangkan ego merasa buruh paling besar, paling dekat dengan pemerintah, paling ngetop, paling dicari media dll…. ingat Indonesia Merdeka Karena Bersatunya Bangsa Indonesia, tanpa melihat golongan, suku, agama dan Ras

Ustad Millenium

Bukan karena badai pasti berlalu, tapi bagaimana SP bisa menari2 indah di tengah badai dan hujan… Panjang umur para pejuang SP di seluruh Indonesia!!!

Riawanto Bin Salam

Nasib kaum buruh masih sering berada di persimpangan jalan. Yang paling pokok bagi kaum buruh :

1. Memahami betul apa yg menjadi haknya sebagai pekerja/buruh.

2. Berani menuntut dan bergerak.

3. Bagi tenaga kerja profesional jgn biarkan dirimu dijajah oleh pemilik modal yg mengabaikan hak2 pekerja/buruh. Segera tinggalkan masih banyak pemilik modal yang bradab diluar sana menanti kehadiranmu.

Bung Takim

Buruh/pekerja makin jauh dr merdeka bahkan tersandera karena ketakutannya

Jamsin Sibarani