Brigana KSPSI Bantu Basarnas Mencari dan Evakuasi Korban Lion Air di Pantai Karawang

by -91 Views

KARAWANG — Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi 29 Oktober 2018 menjadi perhatian nasional. Badan SAR Nasional (Basarnas) bahkan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Salah satu pihak yang mendukung adalah Brigana (Brigade Tanggap Bencana), organisasi sayap — khusus menangani kegiatan kemanusiaan– dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Menurut Pangkorwil Brigade KSPSI Wilayah Jawa Barat, Suparno, pihak organisasi menugaskan lima orang Brigana untuk mendukung pekerjaan Basarnas dalam pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. “Tim Brigana melakukan penyisiran di daratan Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat,” ujar Suparno ditemui Tim Media FSPKEP SPSI di Kantor Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPKEP SPSI), Jakarta Pusat, Jumat, tanggal 9 November 2018.

Menurut Suparno yang juga Anggota Pleno PP FSPKEP SPSI ini, para petugas Brigana yang dikirim membantu Basarnas merupakan pekerja di masing-masing perusahaanya namun memiliki skil dan kemampuan menangani bencana dalam pendidikan dan pelatihan Brigade. “Mereka dapat pendidikan teori, materi dan praktek tentang SAR. Juga dilatih langsung oleh Tim Basarnas. Sehingga sudah ada kontak dan koordinasi dengan Basarnas. Kalau ada bencana di sebuah daerah, dan di daerah itu ada Tim Brigana, maka Basarnas akan berkoordinasi,” katanya.
Sedangkan Brigade merupakan organisasi sayap layaknya Tim Pengamanan Internal dari KSPSI. Brigade, kata Suparno, juga banyak membantu kesuksesan program yang dilaksanakan FSPKEP SPSI seperti acara Munas, Rakernas/Rakerda, maupun Rapimnas/Raperda serta pengamanan saat aksi unjuk rasa anggota FSPKEP SPSI. Dalam waktu dekat, Tim Brigade siap membantu kesuksesan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SPKEP SPSI di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 21-23 November 2018.
Selain membantu Basarnas di Pantai Tanjung Pakis Karawang, organisasi KSPSI, kata Suparno, juga menerjunkan Tim Brigana KSPSI dalam membantu dan mengevakuasi korban Gempa Lombok, korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala. Khusus di Palu dan Donggala, selain mengirimkan petugas Tim Brigana hingga beberapa pekan, KSPSI serta didukung sejumlah Serikat Pekerja lainnya juga membantu dalam bentuk uang tunai, dan pakaian layak pakai. Sedangkan, bantuan berupa makanan dilakukan dengan cara Tim Brigana membeli bahan sembako di sejumlah toko yang masih buka di Palu dan Donggala, untuk kemudian dibagikan kepada para korban gempa dan tsunami, yang rumahnya sudah hancur luluh lantak.

Kemudian untuk korban Gempa Lombok, selain menugaskan Tim Brigana dari Jakarta ke Lombok, KSPSI juga memiliki ribuan anggota di PT Newmont (NTB) dan diintruksikan menggalang bantuan untuk korban Gempa Lombok.
Suparno melanjutkan, dukungan Tim Brigana KSPSI lainnya adalah saat mengirim petugas untuk membantu korban Gempa dan Tsunami di Aceh, korban Banjir Bandang di Garut. “Saat penugasan Tim Brigana ke Garut, saya termasuk salah satu petugas Brigana yang terjun ke lapangan. Saya dan Tim Brigana turut membantu korban banjir bandang di hari-hari pertama, bahkan saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi bencana menemui korban banjir, saya dan tim masih berada di lokasi ikut membantu evakuasi korban,” katanya, bangga.
Link Video Aksi Kepedulian Tim Brigana KSPSI sbg wujud #AksiKemanusiaan .
KLIK ==> https://www.youtube.com/watch?v=X0Tey8ZjYPw
#HariPahlawan
Sebelumnya, dalam acara Rakernas III Brigade KSPSI di Gedung Islamic Center Bekasi, pekan terakhir Oktober 2018, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, mengatakan keberadaan Brigade dan kalangan pekerja (melalui Serikat Pekerja), saat ini, mulai diarahkan untuk memberikan manfaat langsung ke masyarakat maupun pekerja, seperti bantuan kemanusiaan. Peningkatan program kemanusiaan ini untuk mengubah mindset di sebagian masyarakat yang menilai keberadaan pekerja (atau buruh) masih identik dengan aksi unjuk rasa (baca: demonstrasi). (Tim Media FSPKEP SPSI/Zaky)
“Pekerja Adalah Pahlawan Industri Nasional”
“Pekerja Adalah Pahlawan Kemanusiaan”
SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2018 ✌✌

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *